Berita Terbaru :
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan Polda
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Diterjang Angin Kencang, Pohon Angsana Tumbang Dan Tutupi Badan Jalan Pantura
Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Belum Dimanfaatkan, Bangunan Ngawi Food Street Mulai Rusak
Jelang Long Weekend, Dishub Gelar Ramp Check Bus
Mobil PCR Magetan Diusulkan ke Kemenkes Jadi Jejaring Laboratorium
Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Dua Pelaku Pencuri Hewan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Satgas Covid-19 Segera Lakukan Assesment 56 SMP
   

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis
Sosok  Kamis, 18-06-2020 | 04:13 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Masker batik beragam motif tradisional dan modern dengan warna warni yang cantik mampu menarik perhatian konsumen. Foto Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Lesunya pasar akibat kondisi pandemi covid-19, disikapi oleh perajin batik di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu dengan membuat masker batik sebagai terobosan baru.

Peluang itu ditangkap Dwi Slamet Mardiono pemilik Batik Tulis Dwi Satriyo. Bukan tanpa alasan Dwi Satryo yang merupakan perajin kain batik, terpaksa sementara waktu mencari alternatif lain ditengah lesunya pasar batik akibat kondisi pandemi covid-19.

Masker batik buatan Dwi Satryo sengaja didesain tidak hanya melindungi dari virus covid-19. Namun juga didesain dengan indah guna memenuhi kebutuhan mode.

Masker batik tulis Dwi ini tidak hanya bisa melindungi dari virus covid-19 karena memiliki kain rangkap, bisa juga dicuci berulangkali tanpa khawatir luntur.

Ide masker batik muncul 3 minggu lalu, saat melihat ada sisa kain batik yang masih panjang dan bisa dipergunakan untuk membuat masker. "Awalnya masker dibagikan secara gratis kepada tetangga dan warga disekitar, dan diluar dugaan responnya luar biasa. Banyak yang tertarik dan memesan masker batik, dengan motif yang beragam sesuai dengan keinginan," kata Dwi.

Beragam motif masker batik dibuat oleh Dwi Satryo mulai dari buah apel, bunga anggrek ikan koi, kura-kura hingga wayang. Namun paling banyak pesanan adalah motif siluet kekinian.

Satu masker ukuran dewasa ribandrol dengan harga Rp 20 ribu. Sedang yang kecil Rp 18 ribu. Harga ini sebanding dengan tingkat kesulitan dan proses batik tulis yang memerlukan waktu cukup panjang. (pul)

Berita Terkait

Pandemi Covid-19, Perajin Muda Produksi Masker Batik Motif Kekinian

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona
Berita Terpopuler
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan P...selanjutnya
Politik  3 jam

Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Peristiwa  6 jam

Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
Peristiwa  1 jam

Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Malang Raya  10 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber