Berita Terbaru :
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan Polda
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Diterjang Angin Kencang, Pohon Angsana Tumbang Dan Tutupi Badan Jalan Pantura
Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Belum Dimanfaatkan, Bangunan Ngawi Food Street Mulai Rusak
Jelang Long Weekend, Dishub Gelar Ramp Check Bus
Mobil PCR Magetan Diusulkan ke Kemenkes Jadi Jejaring Laboratorium
Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Dua Pelaku Pencuri Hewan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Satgas Covid-19 Segera Lakukan Assesment 56 SMP
   

Isi Libur Sekolah, Puluhan Siswa Belajar Membatik
Life Style  Sabtu, 27-06-2020 | 08:30 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Sejumlah siswa ini sedang belajar untuk membatik di sebuah sanggar batik di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Kediri pojokpitu.com, Mengisi waktu libur sekolah, puluhan siswa SMA belajar membatik di salah satu produsen batik di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dalam pembelajaran tersebut, para siswa mendapat pelatihan mulai dari mencanting hingga pencucian kain jadi. Untuk mencegah penyebaran covid 19, penerapan protokol kesehatan seperti pengaturan jarak fisik juga diterapkan.

Sejumlah siswa ini sedang belajar untuk membatik di sebuah sanggar batik di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Para siswa terlihat antusias dan bersemangat untuk kembali belajar membatik secara bersama-sama.

Dalam kegiatan membatik ini, diikuti oleh 20 orang siswa dari berbagai kelas. Mereka memilih untuk mengisi waktu libur sekolah dengan belajar proses pembuatan kain batik. Selain mampu mengasah ketrampilan, kegiatan membatik ini dipilih para siswa karena dapat digunakan sebagai ajang melepas kerinduan belajar bersama, selama tidak ada aktivitas di sekolah.

Penggunaan masker dan pengaturan jarak fisik pun, diterapkan untuk mencegah penyebaran covid 19. Selain itu, pembatasan waktu pelajaran selama 1 jam juga diberlakukan.

Pihak guru sengaja membuka kembali pelajaran ektra kurikuler ini agar para siswa tetap bisa bersosialisasi secara langsung dengan sesama teman maupun guru. Selain itu, pelajaran membatik ini diharapkan mampu diterapkan para siswa selama di rumah.

"Para siswa tetap bisa berkarya dan produktif selama program belajar di rumah. Bahkan, selain digunakan untuk koleksi pribadi siswa, produk kain batik ini, juga telah dijual ke berbagai daerah," kata Adi Putra Jaya, guru pembimbing.

Sementara itu, meski kalender pendidikan akan dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. Namun, hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri belum memutuskan apakah kegiatan belajar mengajar bisa digelar secara langsung di sejumlah sekolah.(end)



Berita Terkait

Isi Libur Sekolah, Puluhan Siswa Belajar Membatik
Berita Terpopuler
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan P...selanjutnya
Politik  2 jam

Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Peristiwa  5 jam

Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Malang Raya  10 jam

Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
Peristiwa  48 menit



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber