Berita Terbaru :
Ratusan Pelajar SMPN di Surabaya Dites Swab
Puluhan Warga Jalani Rapid Akibat Kontak Erat Klaster Cindewilis
9 Orang Budak Narkoba Dibekuk Polisi, Salah Satunya Seorang Perangkat Desa
Menolong Kawan Yang Diceburkan, Siswa SMK Tenggelam di Sungai Buntung Desa Tawangsari
Belasan Pengrajin Emas Ditipu Milyaran Rupiah
Ditpolairud Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Dilindungi
Ketagihan Nyabu, Siswa SMK Nekat Jambret Tas Ibu Rumah Tangga
Kiai Asep Minta Masyarakat Menangkan Nomer 2 Machfud-Mujiaman Untuk Kalahkan Kedzoliman
Hasil Swab, Bupati Dadang Wigiarto Terkonfrim Positif Covid 19
Pembagian BLT Gunakan Protokol Kesehatan
Surat Suara Tiba, Proses Pelipatan Gunakan Protokol Covid
Guru Tidak Tetap Demo Sampaikan Problem Pendidikan di Jember
Tagih Jatah Warisan Tak Kunjung Diberikan, Pelaku Bakar Korban Yang Masih Saudara Sendiri
Bupati Periksa Kesiapan Logistik Jelang Pilkada
Layanan KB Terganggu, Angka Kelahiran Naik 400 Ribu
   

Jenuh Belajar di Rumah, Tiga Mahasiswa Berbisnis Sampingan Abon Pepaya
Icip - Icip  Selasa, 30-06-2020 | 00:14 wib
Reporter : Abdul Majid
Untuk satu bungkus dengan berat 200 gram seharga Rp 8 ribu dengan varian dua rasa, pedas dan gurih. Foto: Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Jenuh ditengah pandemi covid 19, tiga mahasiswa di Pasuruan mengisi waktu luangnya dengan memproduksi abon dari pepaya. Alhasil, pekerjaan sampingan tersebut membuat kewalahan karena banyaknya pesanan.

Bahkan dalam sehari mampu memproduksi abon pepaya sebanyak 300 bungkus.

Tiga  mahasiswa yang belajar di rumah karena pandemi covid 19, berkreasi membuat abon berbahan pepaya, di Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Tiga mahasiswa dari tiga perguruan negeri dan beda jurusan di Jawa Timur ini, memproduksi abon pepaya sebagai bisnis sampingan.

Usaha yang tak sengaja dilakukan ini, berawal dari salah satu mahasiswa sedesa melihat banyak pohon pepaya berbuah lebat. Dari situ idenya muncul dengan membuat abon pepaya, dengan modal cara patungan.

Tak heran, usaha sampingan yang sudah berjalan tiga bulan ini banyak menerima pesanan dari pelanggan, karena rasanya yang nikmat, gurih dan crispy serta bervitamin.

pembuat abon pepaya, Aan Tirta, menjelaskan, prosesnya pun sangat mudah, siapkan pepaya mentah, kupas hingga bersih, kemudian parut dan bersihkan dengan garam untuk menghilangkan getah dan rasa pahit, campurkan bumbu yang dihaluskan dengan parutan pepaya. 

Lalu tepung beras dicampur dengan tepung terigu beri garam secukupnya. Aduk hingga merata, selanjutnya campuran parutan dan tepung disaring, siap masuk ke penggorengan.

Dalam sehari mereka mampu memproduksi abon pepaya sebanyak 300 bungkus, tergantung pesanan, yang dipasarkan melalui online di media sosial dan teman sekolahnya.

Untuk satu bungkus dengan berat 200 gram seharga Rp 8 ribu dengan varian dua rasa, pedas dan gurih.

Omzetnya pun dalam sebulan meningkat tajam hingga Rp10 juta, kini ketiga mahasisa tersebut selain bisa menabung tak lagi meminta uang jajan orangtuanya.

Namun sayang, bisnis sampingan tersebut tak bakal berlanjut bila  pandemi covid 19 sudah hilang dari muka bumi Indonesia dan jadwal kuliah juga  kembali normal. (yos)

Berita Terkait

Jenuh Belajar di Rumah, Tiga Mahasiswa Berbisnis Sampingan Abon Pepaya
Berita Terpopuler
Sampah Plastik Diolah Bahan Bakar Alternatif Setara Pertamax
Teknologi  14 jam

Pelajar Edarkan Pil Y dan Buruh Tani Pil Koplo Dibekuk Polsek Lawang
Malang Raya  18 jam

Konsumsi Sabu Untuk Doping, Kuli Bangunan Dibekuk Reskrim Polsek Lawang
Malang Raya  16 jam

Kalangan Millenial Dominasi Pelanggar Protkes di Bangkalan
Peristiwa  21 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Masuk Jurang Sedalam 100 Meter Lebih
Pojok Pitu

Ngopi Saat Jam Kerja, ASN Pemkab Bojonegoro Kocar-Kacir Saat Diamankan Satpol PP...selanjutnya
Pojok Pitu

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan

Pecah Ban Elf Terguling di Jalur Tol, 1 Tewas
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber