Berita Terbaru :
Enam Partai Politik Rekomendasikan Pasangan Yani-Aminatun Habibah
Belajar Daring Dari Rumah HOS Tjokroaminoto
Jokowi: Kita Bajak Momentum Krisis untuk Lakukan Lompatan Besar
Seluruh Anggota Samsat Talangagung Wajib Swab
Tutup Jalan Protokol, Buruh Gelar Aksi di Kantor DPRD
Pulang Nonton Orkes Dangdut Dua Kelompok Pemuda Tawuran, 1 Tewas
Gudang Penyimpanan Alat Dekorasi Pernikahan Terbakar
Diduga Rem Blong Truk Fuso Tabrak 4 Motor dan Satu Truk
Detik-detik Kecelakaan Maut di Jember, Truk Fuso Mengalami Rem Blong
Polisi Sebut Lima Korban Meninggal Dalam Kecelakaan Maut di Jember
Museum Korps Marinir Dibuka Untuk Umum
Polisi Gandeng Budayawan Sosialisasikan Tertib Bermasker
Tak Memiliki Hanphone, 29 Siswa SD Belajar Tatap Muka di Area Pemakaman
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Berkah Dimusim Kemarau, Petani Bengkuang Melimpah
   

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 05-07-2020 | 00:23 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Ritual Nyadar yang digelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.
Sumenep pojokpitu.com, Warga Pulau Madura, tepatnya warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep, dan sekitarnya, memiliki tradisi Nyadar atau tradisi berziarah ke makam sesepuh yang merupakan penemu cara pembuatan garam di Sumenep. Tradisi ini biasa dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun, namun pada Nyadar kali ini di suasana covid-19, seluruh orang yang mengikuti upacara ritual harus mematuhi protokol kesehatan. Bahkan pasar kuliner khas di Nyadar kali ini terpaksa ditiadakan penjualan.

Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Desa Pinggir Papas, Kecamatan  Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan sekitarnya, warga setempat memiliki tradisi Nyadar atau tradisi berziarah ke makam sesepuh yakni Syekh Anggasuto salah seorang wali allah, yang dipercayai sebagai penemu cara pembuatan garam di Kabupaten Sumenep.
 
Tradisi Nyadar sendiri digelar sebanyak 3 kali dalam setahun. Nyadhar pertama dan kedua digelar ketika memasuki musim penggarapan tambak garam atau memasuki musim kemarau sementara Nyadar ketiga dilakukan terakhir ketika hendak masuk pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.
 
Namun pada Nyadar kali ini sedikit berbeda dengan Nyadar sebelumnya, di suasana pandemi covid-19 seluruh warga yang akan mengikut ritual Nyadar harus mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker dan mencuci tangan. Bahkan Nyadar yang selalu indentik dengan makanan khas reginang ukuran besar saat ini tidak ada. Hal tersebut dikarenakan, pasar kuliner khas Nyadar di suasana pandemi tidak diijinkan berjualan.
 
Sementara salah seorang pengurus Lembaga Asta Gubeng Laok Songai, H. Abdurrahman menyampaikan, meski di suasana pandemi kali ini dengan menggunakan protokol kesehatan, ritual Nyadar tetap berjalan seperti biasanya. "Meskipun pasar kuliner  khas Nyadar tidak di ijinkan, hal tersebut tidak mengurangi dan mengganggu ritual, sebab pasar tersebut bukan pelengkap dalam ritual Nyadar," kata H. Abdurrahman.
 
Ritual tradisi Nyadar di mulai dengan nyekar ke makam Syech Angga Suto yang dipimpin langsung oleh keturunan yang sekaligus menjadi tokoh adat, perwakilan sesepuh membawa kembang yang sudah  dikumpulkan dan dibungkus ke makam, dilanjut dengan ratusan warga lainnya masuk ke makam, guna membaca doa dan bersyukur atas karunia garam yang menjadi mata pencaharian.

Ritual Nyadar yang digelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.(end)



Berita Terkait

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Berita Terpopuler
Tutup Jalan Protokol, Buruh Gelar Aksi di Kantor DPRD
Peristiwa  1 jam

Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
Politik  12 jam

Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Mlaku - Mlaku  11 jam

Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber