Berita Terbaru :
Emil Dilaporkan Bawaslu, Herlina : Salam Dua Jari jangan Dipolitisir
Sukseskan Pemilu Polres Jember Gelar Simulasi Sispamkota
Tujuh Pemuda Pencurian dan Kekerasan Diringkus Polsek Kepanjen
Batang Tamanan Sorgum Diolah Menjadi Minuman Sirup
Demi Pelayanan Terbaik Bagi Warga Gresik, Sambari Halim Radianto Bikin Mall Pelayanan Publik
Pengangguran Jadi Pembobol Rumah Untuk Biaya Hidup
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
DPUPR Klaim Proyek Sambungan Perpipaan Beda Dengan Program PDAM
Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Hilang Kendali, Truk Boks Tabrak Pohon Hingga Terguling
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
   

Dibukanya Pondok Persantren Tergantung Orang Tua Santri
Pendidikan  Senin, 06-07-2020 | 20:09 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Persetujuan orang tua menjadi kunci dibukanya kembali aktivitas Pondok Pesantren (Ponpes). Hal itu sebagaimana Kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) tentang penyelenggaraan pesantren dan pendidikan keagamaan di masa pandemi covid-19.

Seperti di Pondok Persantren Kanzul Ulum di Jalan Sri Rejeki Kota Madiun. Para santri mempersiapkan ruangan kelas menjelang tahun ajaran baru 2020 pada 13 Juli. Untuk membuka kembali pembelajaran di Pondok Pesantren sesuai kebijakan kementerian agama adalah persetujuan orang tua .

Menurut Nyai Hj. Najaah, Pengasuh Ponpes Kanzul Ulum Kota Madiun, syarat lain Ponpes wajib membentuk gugus tugas covid-19, memiliki fasilitas sesuai protokol kesehatan, mendapat izin dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penangana (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun. Serta pengelola, pendidik, dan santri dinyatakan sehat berdasarkan surat keterangan yang diterbitkan dinas terkait.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Madiun Ahmad Khotib membeberkan, sejauh 2 dari total 8 ponpes di bawah naungannya telah mengajukan kesiapan membuka kembali aktivitas Ponpes. "Kendati demikian, kami perlu mengecek kesiapan dan menantikan intruksi lebih lanjut dari TGTPP Covid-19 Kota Madiun, sejauh ini hanya 1 ponpes yang mengajukan permintaan diselenggarakan rapid test," kata Ahmad Khotib.

Khotib menegaskan seluruh prosedur harus dipatuhi. Mengingat kebanyakan santri berasal dari luar kota. Menurutnya terpenting santri diizinkan kembali oleh orang tua. Jika tidak, maka aktivitas Ponpes tidak dapat dibuka kembali. (pul)


Berita Terkait

Dibukanya Pondok Persantren Tergantung Orang Tua Santri

Kembali ke Pesantren Ratusan Santri Jalani Pemeriksaan Sesuai Protokol Kesehatan

Fraksi PKB Usulkan Raperda Pondok Pesantren

Pondok Pesantren Diserang Orang Tak Dikenal
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  11 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  8 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  12 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  22 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber