Berita Terbaru :
3 Bus Pekerja Pabrik Salem Situbondo Terjaring Operasi Patuh
Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Pasien Covid-19 Klaster Pabrik Salem Meningkat, Gugus Tugas Persiapkan Ruang Isolasi Tambahan
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
   

Libur Panjang, Kampung Tangguh Dirikan Sekolah Tangguh
Pendidikan  Selasa, 07-07-2020 | 20:10 wib
Reporter : Ali Makhrus
Kampung Tangguh Poharin Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, sekolah non formal bagi siswa-siswi sekolah dasar bagi warga sekitar didirikan. Foto: Ali Makhrus
Malang pojokpitu.com, Akibat dari pandemi covid-19, seluruh sekolah diliburkan hingga lebih dari 3 bulan. Panjangnya waktu libur ini dianggap kurang baik, sehingga dapat menurunkan semangat belajar siswa.

Di Kampung Tangguh Poharin Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, sekolah non formal bagi siswa-siswi sekolah dasar bagi warga sekitar didirikan.

Bertujuan untuk mengobati rasa rindu siswa untuk bersekolah, mengobati beban psikologis anak, dan menjaga ritme semangat belajar anak di tengah libur panjang.

Salah satu siswa, Mesy Putri, yang mengikuti sekolah non formal di kampung tangguh, Mesya Putri, menuturkan, jika ia merasa senang dapat belajar di sekolah ini. "Terlebih dapat belajar bersama teman-teman untuk mengobati rasa kangen saat bersekolah," jelasnya.

Dirinya pun selalu bersemangat mengikuti kegiatan belajar di sekolah ini.

Sementara itu, Ketua Kampung Tangguh Poharin, Kelurahan Karangbesuki, Asep Tri Pradistyo, saat ditemui di sekolah tangguh, menjelaskan, jika didirikannya sekolah non formal ini adalah untuk merangsang kembali kemauan dan semangat belajar anak.

"Di sekolah ini pun, seluruh siswa disarankan untuk menggunakan seragam sekolah lengkap dengan sepatu dan membawa peralatan sekolah," kata Asep.

Untuk diketahui, di sekolah non formal kampung tangguh poharin karangbesuki, pembelajaran dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni TK dan kelas 1 SD kelas 2-3-4, dan kelas 5-6.

Sementara untuk guru pengajar, berasal dari relawan dan guru yang berada di wilayah sekitar. (yos)

Berita Terkait

Penguatan Kampung Tangguh di 10 Kecamatan Surabaya

Panja DPRD Sidoarjo Protes Kampung Tangguh Karena Dinilai Kurang Maksimal

Wujudkan Ketahanan Pangan, Warga Panen Lele dan Sawi

Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  5 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  15 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  18 jam

Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber