Berita Terbaru :
Seluruh Anggota Samsat Talangagung Wajib Swab
Tutup Jalan Protokol, Buruh Gelar Aksi di Kantor DPRD
Pulang Nonton Orkes Dangdut Dua Kelompok Pemuda Tawuran, 1 Tewas
Gudang Penyimpanan Alat Dekorasi Pernikahan Terbakar
Diduga Rem Blong Truk Fuso Tabrak 4 Motor dan Satu Truk
Detik-detik Kecelakaan Maut di Jember, Truk Fuso Mengalami Rem Blong
Polisi Sebut Lima Korban Meninggal Dalam Kecelakaan Maut di Jember
Museum Korps Marinir Dibuka Untuk Umum
Polisi Gandeng Budayawan Sosialisasikan Tertib Bermasker
Tak Memiliki Hanphone, 29 Siswa SD Belajar Tatap Muka di Area Pemakaman
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Berkah Dimusim Kemarau, Petani Bengkuang Melimpah
Harga Tanaman Cincau Hitam Anjlok, Petani Merugi
Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
   

Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Metropolis  Kamis, 09-07-2020 | 14:00 wib
Reporter : Usrox indra
Desa Wage pada awalnya sempat menduduki peringkat pertama, jumlah penduduknya yang terkonfirm covid-19, di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Foto: Usrox indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Tekan penyebaran covid 19 pada masa pandemi, pemerintah kini terus melakukan upaya, salah satunya dengan mengadakan program tracing lingkungan, dan bukan sekedar tracing medis untuk penanganan penyebaran covid-19 di indonesia.

Upaya meredam penyebaran covid-19 dengan tracing lingkungan ini, terbukti berhasil di kawasan padat penduduk di Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.

Desa ini pada awalnya sempat menduduki peringkat pertama, jumlah penduduknya yang terkonfirm covid-19, di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Ada 40 warganya yang terkonfirm, dan bahkan 5 diantaranya meninggal dunia.

Namun berkat penanganan yang benar, penyebaran covid-19 di desa wage bisa diredam. Bahkan banyak penderita covid-19 di Desa Wage, yang saat ini sudah sembuh.

Menurut Agus Susanto, Ketua Bamag Indonesia, selama 2 pekan, Badan Musyawarah Antar Gereja-Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag-LKKI), menelaah upaya tracing lingkungan  menjadi salah salah satu  keberhasilan penanggulan covid 19 dan membuat desa  wage berhasil meredam penyebaran covid-19, dikarenakan bisa melakukan tracing lingkungan.

sementara itu, Bambang Erisetiyono, Kepala Desa Wage, menerangkan, pemerintah selama ini cenderung hanya melakukan tracing medis, setelah ditemukan adanya penderita covid-19. "Sementara tracing lingkungan yang sebenarnya bisa mengantisipasi penyebaran covid-19, justru tidak terlalu diperhatikan," ujarnya.

Saat ini jumlah penderita covid-19 di sidoarjo masih tinggi, mencapai 2.166 orang positif. Jumlah pasien meninggal 131 orang, dan yang sembuh 356 orang. (yos)

Berita Terkait

Kampung Tangguh, Solusi Warga Atasi Corona

Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19

Penguatan Kampung Tangguh di 10 Kecamatan Surabaya

Panja DPRD Sidoarjo Protes Kampung Tangguh Karena Dinilai Kurang Maksimal
Berita Terpopuler
Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
Politik  11 jam

Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Mlaku - Mlaku  10 jam

Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Peristiwa  9 jam

SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Pendidikan  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber