Berita Terbaru :
Pulang Nonton Orkes Dangdut Dua Kelompok Pemuda Tawuran, 1 Tewas
Gudang Penyimpanan Alat Dekorasi Pernikahan Terbakar
Diduga Rem Blong Truk Fuso Tabrak 4 Motor dan Satu Truk
Detik-detik Kecelakaan Maut di Jember, Truk Fuso Mengalami Rem Blong
Polisi Sebut Lima Korban Meninggal Dalam Kecelakaan Maut di Jember
Museum Korps Marinir Dibuka Untuk Umum
Polisi Gandeng Budayawan Sosialisasikan Tertib Bermasker
Tak Memiliki Hanphone, 29 Siswa SD Belajar Tatap Muka di Area Pemakaman
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Berkah Dimusim Kemarau, Petani Bengkuang Melimpah
Harga Tanaman Cincau Hitam Anjlok, Petani Merugi
Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
   

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
Kesehatan  Jum'at, 10-07-2020 | 00:10 wib
Reporter : Edwin Adji
Menjelang Pilkada serentak 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan menggear rapid test massal, bagi anggota komisioner,PPK,PPS,dan anggota PPDB se Kabupaten Pacitan. Foto: Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Pada tahapan Pilkada serentak mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan, menggelar rapid test massal.

Rapid test massal ini digelar karena menjadi salah satu kewajiban pada tahapan pilkada serentak yang harus dilaksanakan, untuk memastikan kesehatan para petugas, yang akan bertugas melakukan verivikasi faktual pada Pilkada Pacitan mendatang.

Bekerja sama dengan tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pacitan, ditahap pertama ini,sebanyak 2459 panitia penyelenggara pemilihan umum di Kabupaten Pacitan akan menjalani rapid test,yang akan di laksanakan selama tiga hari.

"Jika hasil rapid test nanti ditemukan adanya reaktif virus corona, maka yang bersangkutan wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," kata Sulis Setyorini, Ketua KPU Pacitan.

Sebelumnya pilkada serentak tahun 2020 yang rencannya digelar pada 23 September, ditunda dampak pandemi covid-19.

Sehingga pemilihan kepala daerah yang di gelar di 270 wilayah di Indonesia meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten,dan 37 kota tersebut diundur menjadi 9 Desember.
Karenanya, KPU ingin memastikan seluruh penyelenggara bisa melakukan pencegahan  terhadap penyebaran covid-19. (yos)

Berita Terkait

Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid

Rapid Tes Bertambah Menjadi 22 Orang, Dispendukcapil Cluster Baru

Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab

Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Berita Terpopuler
Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
Politik  10 jam

Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Mlaku - Mlaku  9 jam

Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Peristiwa  8 jam

SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Pendidikan  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber