Berita Terbaru :
Belajar Daring Dari Rumah HOS Tjokroaminoto
Jokowi: Kita Bajak Momentum Krisis untuk Lakukan Lompatan Besar
Seluruh Anggota Samsat Talangagung Wajib Swab
Tutup Jalan Protokol, Buruh Gelar Aksi di Kantor DPRD
Pulang Nonton Orkes Dangdut Dua Kelompok Pemuda Tawuran, 1 Tewas
Gudang Penyimpanan Alat Dekorasi Pernikahan Terbakar
Diduga Rem Blong Truk Fuso Tabrak 4 Motor dan Satu Truk
Detik-detik Kecelakaan Maut di Jember, Truk Fuso Mengalami Rem Blong
Polisi Sebut Lima Korban Meninggal Dalam Kecelakaan Maut di Jember
Museum Korps Marinir Dibuka Untuk Umum
Polisi Gandeng Budayawan Sosialisasikan Tertib Bermasker
Tak Memiliki Hanphone, 29 Siswa SD Belajar Tatap Muka di Area Pemakaman
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Berkah Dimusim Kemarau, Petani Bengkuang Melimpah
Harga Tanaman Cincau Hitam Anjlok, Petani Merugi
   

Penyelenggara Pemilu, Komisioner, PPK PPS dan PPDP Wajib Rapidtes
Kesehatan  Jum'at, 10-07-2020 | 05:18 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Menjelang pemilihan kepala daerah, bupati dan wakil bupati, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, penyelenggara pemilu, mulai dari petugas PPDP, Komisioner KPU, PPK hingga PPS, wajib melakukan rapid tes. Foto: Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Jelang Pilkada, pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep 9 Desember 2020 mendatang, bagi penyelenggara pemilu, mulai dari petugas PPDP, Komisioner KPU, PPK hingga PPS, wajib melakukan rapid tes, guna memastikan kesehatan para penyelenggara pemilu dalam kondisi yang sehat.

Sebagai langkah pertama pelaksanaan rapid test akan dilakukan kepada petugas PPDP, rencana pada tanggal 10-13 Juli,  sebab petugas PPDP ditetapkan pada tanggal 14 Juli mendatang dan mulai aktif bekerja pada tanggal 15 Juli untuk medatangi rumah-rumah  warga melakukan coklit.

Sementara, Ketua KPU Sumenep, A Warits, memyampaikan, dari 2.500 petugas PPDP yang akan segera melakukan coklit ke rumah warga. "Selain dilakukan rapid sebagai bukti kesehatan diri, petugas PPDP juga dilengkapi dengan masker,fhice shield , sarung tangan, handsanitaizer. Hal tersebut diterapkan guna memastikan berkas yang diterima warga sudah benar-benar steril dari covid-19," ucapnya.

Pihaknya menambahkan, rapid test bagi para penyelenggara pemilu sudah menjadi  kewajiban, untuk memastikan apakah  terpapar covid-19 atau tidak.

"Jumlah penyelenggara pemilu yang akan menjalani rapid test seluruhnya sebanyak 4.750 orang termasuk sekretariat PPK dan PPS," kata Warits. (yos)

Berita Terkait

Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid

Rapid Tes Bertambah Menjadi 22 Orang, Dispendukcapil Cluster Baru

Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab

Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Berita Terpopuler
Tutup Jalan Protokol, Buruh Gelar Aksi di Kantor DPRD
Peristiwa  1 jam

Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
Politik  12 jam

Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Mlaku - Mlaku  11 jam

Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber