Berita Terbaru :
Tujuh Pemuda Pencurian dan Kekerasan Diringkus Polsek Kepanjen
Batang Tamanan Sorgum Diolah Menjadi Minuman Sirup
Demi Pelayanan Terbaik Bagi Warga Gresik, Sambari Halim Radianto Bikin Mall Pelayanan Publik
Pengangguran Jadi Pembobol Rumah Untuk Biaya Hidup
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
DPUPR Klaim Proyek Sambungan Perpipaan Beda Dengan Program PDAM
Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Hilang Kendali, Truk Boks Tabrak Pohon Hingga Terguling
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
   

Jelang New Normal, Perajin Gerabah Malo Lakukan Sejumlah Persiapan
Mlaku - Mlaku  Kamis, 23-07-2020 | 23:08 wib
Reporter : Samsul Alim
Salah satunya wisata edukasi gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Foto: Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Dampak pandemi virus corona (covid-19) yang melanda dunia berimbas pada sektor wisata di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya wisata edukasi gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro.

Menjelang pelaksanaan new normal, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh para pengerajin gerabah.

Namun seiring dengan adanya wacana penerapan tatanan baru atau new normal, warga masyarakat setempat khususnya para perajin gerbah mulai mempesiapkan diri guna menyambut new normal tersebut.

Kepala Desa Rendeng Kecamatan Malo, Muslih, menuturkan bahwa para pegiat wisata eduksi gerabah di desanya berharap agar covid-19 ini segera berakhir. "Agar masyarakat yang sehari-hari bekerja membuat gerabah dapat kembali memasarkan hasil karyanya," ucapnya.

Muslih menambahkan bahwa selama pandemi covid-19 ini, warga di desanya hanya bergantung dari segi pertanian, namun dirinya mengaku bahwa saat ini tanaman padi warga banyak yang diserang hama. "Hingga sebagian terancam gagal panen," imbuh Muslih.

Sementara itu, terkait adanya wacana pemberlakuan new normal, pihaknya bersama masyarakat pegiat wisata edukasi gerabah sudah mulai melakukan berbagai persiapkan.

Diantaranya dengan menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan bagi para pengunjung, dan pengadaan sejumlah fasilitas, antara lain tempat parkir yang memadahi, lokasi swafoto (selfie) dan area food court atau pujasera yang sedang proses pembangunan. (yos)







Berita Terkait

Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan

Sepekan Dibuka Pengunjung Bromo Membludak, Kuota Jumlah Pengunjung Akan Ditambah

Hore, Kampung Warna Warni Jodipan Kembali Dibuka

Lama Ditutup, Pemandian Alam Tumbuh Banyak Lumut
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  9 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  7 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  20 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber