Berita Terbaru :
Operasi Zebra, Pengendara Tertib Dapat Paket Penguat Imun
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
   

Pengurus Pastikan Kelenteng Kwan Sing Bio Bukan Wihara
Peristiwa  Minggu, 26-07-2020 | 04:14 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Ketua Peribadatan Konghucu di Kelenteng TTID Kwan Sing Bio Bambang Djoko Santoso menegaskan bahwa rumah ibadah berlogo kepiting itu milik tiga agama, yakni Konghucu, Budha dan Taoisme.

Hal itu diungkapkannya saat menyambangi Ditjen Bimas Budha Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta, baru-baru ini.

"Sudah 250 tahun yang lalu, kelenteng ini bukan Wihara atau milik orang Budha. Patung Budha saja tidak tampak. Jadi Kelenteng Kwan Sing Bio ini bukan Wihara," kata Bambang.

Bambang pun heran ada pihak-pihak tertentu yang mendaftarkan kelenteng tersebut ke Kemenag sebagai tempat peribadatan umat Budha.

"Gara-gara ada surat tanda daftar rumah ibadah Budha yang di-blowup di media oleh kepengurusan Mardjojo, umat jadi resah," ujarnya.

"Masyarakat umum bahkan mulai ikut resah, dan ini bisa lari ke isu SARA serta berpotensi membahayakan kamtibmas. Maka, harus secepatnya dicabut tanda daftar rumah ibadah agama Budha tersebut," lanjut Bambang.

Sebelumnya, Bambang telah melakukan gugatan kasus perdata di Pengadilan Negeri (PN) Tuban dengan perkara No.11/Pdt.G/2020/PN.Tbn.

Pelaporan tersebut dilakukan karena ada dugaan adanya perbuatan melawan hukum dengan cara memalsukan keterangan ke Kemenag perihal fungsi rumah ibadah tersebut.

Diketahui, Ditjen Bimas Budha, Kemenag telah menerbitkan menerbitkan surat tanda daftar rumah ibadah agama Budha dengan Nomor Register: 08.60.35.23.00708 tertanggal 8 Juli 2020.

Di mana dalam surat itu tercantum nama-nama Pengurus dan Penilik TITD Kelenteng Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong, Tuban dimana Ketua TTID dijabat Mardjojo alias Tio Eng Bo dan Ketua Penilik Tan Ming Ang.(mg7/jpnn/yos)

Berita Terkait

Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban

Forum Umat Lintas Agama Demo Pengadilan Negeri Tuban

Pengurus Pastikan Kelenteng Kwan Sing Bio Bukan Wihara

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  5 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  13 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  6 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  12 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber