Berita Terbaru :
Batang Tamanan Sorgum Diolah Menjadi Minuman Sirup
Demi Pelayanan Terbaik Bagi Warga Gresik, Sambari Halim Radianto Bikin Mall Pelayanan Publik
Pengangguran Jadi Pembobol Rumah Untuk Biaya Hidup
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
DPUPR Klaim Proyek Sambungan Perpipaan Beda Dengan Program PDAM
Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Hilang Kendali, Truk Boks Tabrak Pohon Hingga Terguling
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
   

Kampung Dolanan Kranggan, Wahana Bermain Anak Berbasis Tradisional
Metropolis  Kamis, 30-07-2020 | 20:10 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Di kawasan ini sejumlah permainan tradisional seperti ular tangga raksasa, slebor-sleboran hingga engklek masih aktif dimainkan. Permainan-permainan ini akhirnya diaktifkan kembali oleh perangkat RW sekitar sebagai alternatif mengusir kebosanan anak-anak selama belajar di rumah. Foto Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Selama masa pandemi covid-19 ini, anak-anak anda pergi kemana untuk mengusir kebosanannya selama di rumah. Jika belum ada tujuan, agaknya anda perlu mengajak anak-anak anda berkunjung ke kampung dolanan di Jalan Kranggan RT 8 RW 1, Kecamatan Bubutan Surabaya.

Cara ini mereka lakukan sebagai alternatif lain untuk mengusir kebosanan, selain bermain di luar atau di tempat wisata. Yaa, bermain permainan tradisional. Mulai dari anak usia tk hingga smp pun terlihat senang memainkan permainan yang dulunya dimainkan orang tua mereka itu.

Ada sekitar lima permainan tradisional yang aktif dimainkan di kampung dolanan ini, seperti ular tangga raksasa, cublak-cublak suweng, slebor-sleboran, eggrang batok, hingga engklek. Bahkan, saking senang dan larutnya mereka dalam permaianan, tak ada satu pun anak-anak di tempat ini yang sibuk memainkan handphone, seperti yang dilakukan anak-anak di masa kini.

Salah satunya Balqis, siswi sd kelas 6, yang juga warga Kranggan itu mengaku senang dengan aneka permainan  tradional yang dihadirkan di kampungnya. Bahkan ia mengaku tak terlalu senang bermain game-game online, dan memilih permainan tradisional karena dianggapnya lebih ampuh mengusir kebosanan selama masa belajar dirumah. 

Sementara itu, Ridi Sulaksono, Ketua RW 1 Pancasila Kranggan mengatakan, ide kampung dolanan adalah usulan dari sejumlah perangkat RW, yang merasa khawatir dengan warganya. Terutama anak-anak selama masa pandemi covid-19 ini. Akhirnya ide kampung dolanan dimunculkan sejak beberapa bulan terakhir untuk mengusir kebosanan anak-anak selama pandemi. "Permainan tradisional dianggap sebagai cara efektif melatih motorik si anak agar tak kecanduan gadget," kata Ridi Sulaksono Ketua RW 1 Pancasila Kranggan

Kedepannya, warga menginginkan adanya tambahan pilihan permainan tradisional selain ular tangga raksasa, cublak-cublak suweng, slebor-sleboran, eggrang batok, hingga engklek. (pul)


Berita Terkait

Kampung Dolanan Kranggan, Wahana Bermain Anak Berbasis Tradisional

Lestarikan Budaya, di Kampung Dolanan Kenjeran
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  9 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  7 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  20 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber