Berita Terbaru :
Tujuh Pemuda Pencurian dan Kekerasan Diringkus Polsek Kepanjen
Batang Tamanan Sorgum Diolah Menjadi Minuman Sirup
Demi Pelayanan Terbaik Bagi Warga Gresik, Sambari Halim Radianto Bikin Mall Pelayanan Publik
Pengangguran Jadi Pembobol Rumah Untuk Biaya Hidup
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
DPUPR Klaim Proyek Sambungan Perpipaan Beda Dengan Program PDAM
Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Hilang Kendali, Truk Boks Tabrak Pohon Hingga Terguling
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
   

Di Era New Normal, Petani Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel
Mlaku - Mlaku  Senin, 03-08-2020 | 09:19 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Di era new normal saat ini, petani buah di Pasuruan, menerapkan wisata petik buah. Pasalnya, sejak adanya pandemi covid-19 petani tak lagi mengirim hasil panennya keluar kota. Namun kini mereka tinggal menunggu wisatawan yang datang berkunjung ke kebunnya. Bahkan sejak adanya new normal, banyak wisatawan yang datang usai berwisata ke Gunung Bromo maupun sebelumnya.

Sejumlah wisatawan menikmati eksotis lokal menikmati wisata petik apel di Desa Blarang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan pada Minggu pagi.

Ratusan pohon apel jenis rome beauty dan jeruk batu 55 milik H.Jamaludin, disulap menjadi sebuah tempat wisata petik apel, sejak adanya kebijakan new normal.

Pasalnya, sejak pandemi covid 19, petani buah ini tidak bisa mengirim hasil panennya ke luar kota mau pun daerah lain, karena kebijakan di masing-masing daerah yang menerapkan sistem pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sejak itulah, para pemilik kebun berinisiatif membuka wisata petik buah yang dipromosikan  melalui sosial media , dan kelompok sadar wisata, pokdarwis.

Tak heran, kini setiap harinya  banyak dikunjungi wisatawan lokal baik yang akan ke Gunung Bromo atau sesudahnya.

Pengunjung bisa memetik langsung buah apel rome beuaty dengan warna merah merona rasanya manis dan renyah setiap kilogramnya dihargai Rp 30 ribu sedangkan untuk jeruk batu 55 rasanya manis sekali dihargai Rp 15 ribu.

Selain bisa dimakan langsung di kebun juga bisa dibuat oleh-oleh. Selain itu, juga aman bagi pengunjung bila dimakan langsung karena menggunakan pupuk organik.

Wisata petik apel dan jeruk ini akan terus digalakkan selagi pandemi covid 19 masih ada di muka bumi Indonesia.(end)

Berita Terkait

Di Era New Normal, Petani Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel

Wisata Petik Apel Batu Diminati Wisatawan Luar Kota
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  10 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  7 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  20 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber