Berita Terbaru :
Kantor KPID Jawa Timur Ditutup Pasca Salah Satu Komisioner Meninggal Karena Covid 19
Klarifikasi Kapolres Blitar Terkait Resignya Kasat Sabhara
Mantan Perangkat Desa Menggelar Aksi Di Depan DPRD
Polisi Perairan Fasilitasi Pembelajaran Daring Masyarakat Pesisir
Pengadaan Mobil Alphard Buat Bupati di Era Pandemi
Dilakukan Pencarian Selama 2 Hari, Korban Laka Air Remaja 14 Tahun Diketemukan
Pj Bupati Sidoarjo Akan Tancap Gas Dan Akan Menambah Jumlah Ruang Isolasi
Terpeleset Seorang Ibu Tewas Dilindas Truk Boks
1 ASN Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Zaenal Abidin Divonis 4 Tahun Penjara
Diduga Salahgunakan Kewenangan Untuk Kepentingan Paslon Nomer 1, KIPP Laporkan Risma Ke Bawaslu
Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan Disidangkan dan Dikenakan Denda Hanya Rp 50 Ribu
Masuk Rumah, Ular Sanca 4 Meter Berhasil Ditangkap Warga
Tiga Bayi Lahir di Bangkalan Saat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
20 Ribu Anggota PPAL Siap Menangkan Machfud-Mujiaman
   

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Metropolis  Selasa, 04-08-2020 | 10:20 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Rapid dan swab tes terhadap guru SMP ini dilakukan sebagai persiapan pembelajaran tatap muka di 21 SMP di Surabaya. Foto: Fakhrurrozi
Berita Video : Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Surabaya pojokpitu.com, Rapid tes massal yang digelar Pemkot Surabaya, terhadap 748 guru SMP yang digelar Senin (3/8) kemarin, menghasilkan 65 guru dinyatakan reaktif. Hal tersebuti diungkapkan Irvan Widyanto, Kepala BPB Linmas Surabaya.

Selanjutnya, ke-65 guru tersebut langsung dilakukan swab dan isolasi mandiri di salah satu hotel di kawasan gubeng.

"Swab juga dilakukan terhadap 30 pegawai Pemkot Surabaya yang juga melakukan isolasi mandiri, dan sedang menunggu hasil swab," kata Irvan Widyanto.
 
Rapid tes dan swab ini digelar Pemkot Surabaya terhadap guru SMP sebagai persiapan jelang pembelajaran tatap muka di 21 SMP. Meski banyak mendapat kritikan dari dokter, para ahli dan orangtua, namun pemkot serius memantapkan akan membuka 21 sekolah di lima wilayah zona hijau.

Keseriusan pemkot ini juga ditunjukkan dengan menggelar simulasi pembelajaran tatap muka di 21 SMP.
 
Hingga hari ini, sudah lebih dari sepuluh sekolah menjalani simulasi pembelajaran tatap muka. Selasa (4/8) ini, rencananya simulasi akan digelar dinas pendidikan di dua sekolah, yakni SMP negeri 19 di Jalan Arief Rahman Hakim dan SMP YBPK di Jalan Luntas.

Hasil dari simulasi ini, akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Dinas Pendidikan dan OPD terkait untuk menentukan 21 sekolah yang layak menggelar pembelajaran tatap muka. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test

Deteksi Dini Santri dan Pengasuh Tebuireng di Rapid Test Antigen

Antisipasi Kluster Perusahaan, Puluhan Pekerja Pabrik Rokok Dirapid Test

Walikota Surabaya Blokade Jalan Taman Apsari, Lakukan Rapid Tes Dadakan
Berita Terpopuler
Diduga Salahgunakan Kewenangan Untuk Kepentingan Paslon Nomer 1, KIPP Laporkan R...selanjutnya
Pilkada  2 jam

Laka Adu Jangkrik, Satu Tewas Empat Luka-Luka
Peristiwa  9 jam

Anak Stres Bacok Bapak Dengan Parang Hingga Tewas
Peristiwa  8 jam

Tiga Bayi Lahir di Bangkalan Saat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber