Berita Terbaru :
Pertama Kalinya, Piaggio MP3 500 HPE Sport Advanced Punya Gigi Mundur
Kemenag Bakal Bangun Kantor Layanan Haji di Arab Saudi
5 Pembalap Korban MotoGP Catalunya
Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Ini Pesan Mahfud MD untuk Pemuda Muhammadiyah
California Larang Penjualan Mobil Bensin Mulai 2035
Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
   

Lama Ditutup, Pemandian Alam Tumbuh Banyak Lumut
Mlaku - Mlaku  Kamis, 06-08-2020 | 18:25 wib
Reporter : Achmad Arif
Beginilah puluhakan karyawan membersikan pemandian Alaman Selokambang Desa Purwosono,Kecamatan Sumbersuko,Kabupaten Lumajang. Foto: Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Penutupan sejumlah objek wisata akibat pandemi virus corona di Lumajang berdampak pada keasrian destinasi, seperti pemandian alam selokambang di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko,Kabupaten Lumajang, ditumbuhi lumut tebal.

Para pekerja harus dibagi dua untuk melakukan pembersihkan kolman  tersebut. Pasalnya, semenjak kolam pemnadian ditutup banyak lumut memenuhi kolam aiar.

Selain merusak kebersihan air, lumut ini juga mengganggu aliran air milik perusahaan air minum daerah atau PDAM. Karena memang sebagian air kolam ini diambil PDAM.

Lukito, karyawan, mengatakan, banyak lumut juga menambah lama pekerjaannya, biasanya jukum cepat selesai. Ini harus delapan jam lamanya.

"Wisata alam pemandian selokambang ini memang dibuka sejak tanggal 29 Juli lalu, setelah Lumajang menetapkan sebagai new normal," ujarnya.

Namun sayang, Menurut Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Lumajang, Yudi Prasetyo, data dari Dinas Pariwisata Lumajang selama beberapa hari ini, kunjungan wisatawan pada destinasi selokambang ini masih relatif sepi. "Ada 291 pengunjung sejak kolam ini dibuka," tuturnya.

Bila dibandingkan dengan tahun lalu,  rata-rata per harinya bisa seribu orang, belum lagi pas waktu liburan.
Akibat minumannya pengunjung ini berdampak pada kerugian pengelola wisata tersebut. Pasalnya,  uang hasil kunjungan ini belum cukup guna kebutuhan uang operasional. (yos)


Berita Terkait

Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan

Sepekan Dibuka Pengunjung Bromo Membludak, Kuota Jumlah Pengunjung Akan Ditambah

Hore, Kampung Warna Warni Jodipan Kembali Dibuka

Lama Ditutup, Pemandian Alam Tumbuh Banyak Lumut
Berita Terpopuler
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
Sepak Bola  9 jam

Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Infotainment  9 jam

Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Peristiwa  7 jam

Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Pilkada  3 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber