Berita Terbaru :
Antisipasi Gelombang Tsunami, Pemerintah Lumajang Pasang Lima Alat Pendeteksi Dini
Kantor KPID Jawa Timur Ditutup Pasca Salah Satu Komisioner Meninggal Karena Covid 19
Klarifikasi Kapolres Blitar Terkait Resignya Kasat Sabhara
Mantan Perangkat Desa Menggelar Aksi Di Depan DPRD
Polisi Perairan Fasilitasi Pembelajaran Daring Masyarakat Pesisir
Pengadaan Mobil Alphard Buat Bupati di Era Pandemi
Dilakukan Pencarian Selama 2 Hari, Korban Laka Air Remaja 14 Tahun Diketemukan
Pj Bupati Sidoarjo Akan Tancap Gas Dan Akan Menambah Jumlah Ruang Isolasi
Terpeleset Seorang Ibu Tewas Dilindas Truk Boks
1 ASN Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Zaenal Abidin Divonis 4 Tahun Penjara
Diduga Salahgunakan Kewenangan Untuk Kepentingan Paslon Nomer 1, KIPP Laporkan Risma Ke Bawaslu
Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan Disidangkan dan Dikenakan Denda Hanya Rp 50 Ribu
Masuk Rumah, Ular Sanca 4 Meter Berhasil Ditangkap Warga
Tiga Bayi Lahir di Bangkalan Saat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
   

KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pilkada  Rabu, 12-08-2020 | 17:38 wib
Reporter : Ito Wahyu
Pelaksanaan tahapan pemutakhiran data pemilih dengan pencocokan dan penelitan (coklit) dalam Pilkada 2020 hampir berakhir. Prosentase capaian hampir mencapai 100 persen. Foto : Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Menjelang hari terakhir pelaksanaan pencocokan dan penelitan (coklit) saat ini, KPU Ngawi memastikan capaiannya sudah hampir 100 persen. KPU juga memastikan bagi pemilih yang berstatus sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) tetap dilakukan pendataan dan masuk dalam daftar pemilih nantinya.

Pelaksanaan tahapan pemutakhiran data pemilih dengan pencocokan dan penelitan (coklit) dalam Pilkada 2020 hampir berakhir. Prosentase capaian hampir mencapai 100 persen.
 
Komisioner KPU Ngawi Divisi Teknis, Aman Ridho Hidayat memastikan dalam seluruh tahapan pelaksanaan coklit sudah dilakukan secara prosedural dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara prinsip pelaksanaan coklit sendiri digunakan untuk mendata warga yang sudah memiliki hak pilih, dengan batas usia minimal 17 tahun atau sudah memiliki e-KTP, ataupun sudah menikah. Sehingga dapat diartikan semua warga yang sudah memiliki hak pilih tetap dilakukan pendataan atau masuk dalam daftar pemilih. Termasuk dengan para pekerja migran Indonesia (PMI) ataupun TKI/TKW yang saat ini berada diluar negeri.  
 
"Saat nanti proses pendistribusian undangan pemilih atau form C6, jika pemilih tersebut tidak sedang berada di tempat maka tetap tidak akan disampaikan atau diberikan," tegas Aman Ridho Hidayat.
 
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja di Kabupaten Ngawi setiap tahun rata-rata kurang lebih terdapat 1200 warga yang berangkat bekerja keluar negeri sebagai PMI. Sistem kerja bagi mereka kurang lebih berlangsung antara 2-3 tahun. Besar kemungkinan akan ada ribuan pekerja migran yang tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada pilkada mendatang, karena masih berada diluar negeri.(end)


Berita Terkait

KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih

Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Berita Terpopuler
Diduga Salahgunakan Kewenangan Untuk Kepentingan Paslon Nomer 1, KIPP Laporkan R...selanjutnya
Pilkada  4 jam

Laka Adu Jangkrik, Satu Tewas Empat Luka-Luka
Peristiwa  10 jam

Pengadaan Mobil Alphard Buat Bupati di Era Pandemi
Peristiwa  3 jam

Lucinta Luna Dijatuhi Vonis 1,5 Tahun Penjara
Infotainment  12 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber