Berita Terbaru :
Pemkab Ngawi Kebut Pembangunan Lokasi PKL Yos Sudarsso
Angka Covid-19 Di Tuban Melandai, Angka Sembuh Tinggi
Awal Musim Penghujan, Fokus Kerawanan Bencana Angin Puting Beliung dan Banjir
Kreasi Pandemi Bonsai Kelapa Media Air
Pameran Hasil Karya SMA Double Track
Bupati Lumajang Konsolidasi Pemenangan Pasangan Ladub
Usaha Ditengah Pandemi, Pengerajin Aquarium Mini Unik Tembus Pasar Internasional
Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
   

Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Pantura  Sabtu, 15-08-2020 | 13:29 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Salah satu kelompok pengurus menghalangi dan mengusir rombongan Dirjen Kementrian Agama yang hendak membuka gembok. Sempat terjadi saling dorong, hingga akhirnya pembukaan tempat ibadah tersebut gagal dilakukan. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Kericuhan mewarnai rencana pembukaan gembok pintu gerbang Tempat Ibadah Tri Dharma Kwan Sing Bio di jalan RE Martadhinata, Kabupaten Tuban, Sabtu (15/8) siang. Seluruh pintu gerbang ditutup menggunakan rantai dan gembok. Akibatnya, sejumlah umat terpaksa melakukan sembahyang penghormatan dari luar pagar.

Kasus penggembokan tempat ibadah ini berusaha diselesaikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat atau Dirjen Bimas Kementrian Agama Republik Indonesia. Kedua kubu dipertemukan untuk berdialog dan diminta membuka gembok pintu gerbang TITD Kwan Sing Bio.

Namun, salah satu kubu terlibat konflik menolak. Bahkan berusaha menghalangi pembukaan gembok yang hendak dilakukan kubu lawan bersama Dirjen Bimas. Adu mulut dan aksi dorong sempat terjadi. Untuk menghindari gesekan fisik, Dirjen Bimas memilih mundur dan pembukaan dibatalkan.

Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama, Caliadi mengatakan, perselisihan antar dua pengurus silakan diselesaikan secara hukum. Namun, tempat ibadah ini harus tetap dibuka, agar umat tetap bisa beribadah. "Kami datang untuk kepentingan umat, karena rumah ibadah menjadi kewenangan Kementrian Agama," kata Caliadi.

Penggembokan tempat ibadah ini sangat disayangkan Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama Republik Indonesia. Konflik antar pengurus boleh saja diselesaikan melalui jalur hukum. Tapi tempat ibadah merupakan milik umat, sehingga mereka berhak masuk untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan.

Sementara itu, kubu penolak khawatir, pembukaan klentheng akan dimanfaatkan pihak-pihak untuk menguasai. Selain itu, kasus penggembokan telah dilaporkan ke Polda Jatim. Sehingga gembok belum boleh dibuka sampai penyelidikan tuntas dilakukan kepolisian. "Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama kami nilai tidak pantas menyuruh membuka klentheng Kwan Sing Bio, karena kasusnya sudah dalam penyelidikan polisi," kata Heri Tri Widodo, kuasa hukum Bambang Joko Santoso. (pul)


Berita Terkait

Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban

Forum Umat Lintas Agama Demo Pengadilan Negeri Tuban
Berita Terpopuler
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Peristiwa  10 jam

Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Peristiwa  9 jam

Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Mlaku - Mlaku  8 jam

Usaha Ditengah Pandemi, Pengerajin Aquarium Mini Unik Tembus Pasar Internasional...selanjutnya
Ekonomi Dan Bisnis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber