Berita Terbaru :
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan Polda
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Diterjang Angin Kencang, Pohon Angsana Tumbang Dan Tutupi Badan Jalan Pantura
Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Belum Dimanfaatkan, Bangunan Ngawi Food Street Mulai Rusak
Jelang Long Weekend, Dishub Gelar Ramp Check Bus
Mobil PCR Magetan Diusulkan ke Kemenkes Jadi Jejaring Laboratorium
Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Dua Pelaku Pencuri Hewan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Satgas Covid-19 Segera Lakukan Assesment 56 SMP
   

Malam Penganugerahan Festival Film Dokumenter New Normal?
Metropolis  Sabtu, 22-08-2020 | 14:21 wib
Reporter : Mirza Azkia Muhammad Adiba
Surabaya pojokpitu.com, Perhelatan festival film kontekstual dengan kondisi saat ini baru saja selesai. Festival Film Dokumenter New Normal? Sebuah festival yang mencoba menangkap, mengolah dan mengarsip fenomena social tatanan kenormalan baru dalam menghadapi pandemi covid-19 yang menyerang seantero jagat.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, 23 karya masuk. Berasal dari para filmmaker Jawa Timur, dengan tingkat persebaran yang merata: Surabaya, Tulungagung, Malang, Sidoarjo, Sumenep, dan lainnya. Hal ini membuktikan beberapa hal.

Pertama: tingkat antuasisme yang terus terjaga di kalangan teman-teman filmmakers Jawa Timur. Pendeknya, periode batas penerimaan karya, tidak membuat surut Langkah mereka untuk mengapresiasi perhelatan ini. Kedua: fenomena "New Normal" yang menjadi benang merah tema perhelatan ini, menjadi sesuatu yang menarik diolah dan dengan kaca mata beragam, menghasilkan keragaman tutur dan karya yang kaya. Dan ini, adalah modal besar bagi perkembangan film di Jawa Timur.

Dalam sambutannya saat malam penganugerahan hari kamis malam 20 Agustus 2020, Ketua Pelaksana, Irfan Akbar Prawiro mengatakan, Ini adalah program pertama kami Departemen Film DK Jatim setelah SK Gubernur Khofifah ditandatangani Mei lalu.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada kawan-kawan Sineas Jawa Timur yang sudah terlibat, dan juri yang mengapresiasi juga mengkurasi, serta semua Presidium dan Pengurus DK Jatim yang mensuport kami. Hal tersebut bisa tercapai tentunya dengan bantuan serta kerja sama semua elemen perfilman di Jawa Timur." jelasnya.

Ketua Persidium, Taufik Hidayat, berpendapat kegiatan ini yang sangat menarik dan luar biasa, karena teman-teman Sineas Jawa Timur masih banyak yang susah payah karena pandemi ini. Departemen film DK Jatim memiliki strategi khusus dengan menjembatani melalui festival film dokumenter Jawa Timur 2020 dengan tema besar "New Normal?" yang kemudian direspon dengan baik oleh banyak kawan sineas Jawa Timur dengan menangkap isu ini ke dalam kreativitas yang sangat menarik, menampilkan situasi secara apa adanya, dengan tetap memunculkan budaya lokal yang kuat.

"Hal ini menjadi inspirasi. Ini akan jadi sejarah tersendiri. Harusnya Pemprov lebih peka melihat isu seperti ini ketimbang rutinitas protap teknis. Tentu saja ini masukan penting untuk Pemprov Jawa Timur," tuturnya.

Hamsyiral Ihsan dari Asosiasi Dokumenteris Nusantara korda Surabaya, yang merupakan salah satu juri menyatakan, perlu diperbanyak festival seperti ini secara kuantitas, sehingga ke depannya secara kualitas perkembangannya terlihat dengan jelas. Tentu saja alangkah baiknya ini direspon dan didukung pemerintah daerah.

Tonny Trimarsanto, Ketua Asosiasi Dokumenteris Nusantara yang juga juri dalam festival ini turut mengapresiasi dengan sangat positif dan memberi masukan secara teknis, juga eksplorasi konten, kedekatan dengan narasumber yang lebih lagi, termasuk dari sisi-sisi yang tidak terduga yang layak diungkap dalam visual.

Sementara itu, Yuda Kurniawan Pemenang kategori film dokumenter FFI 2018 yang juga menjadi juri, mengatakan sineas Jawa Timur memiliki potensi yang lumayan baik, maka ke depannya, festival seperti ini diperbanyak lagi dengan memperhatikan nilai-nilai lokalitas yang belum terungkap.

Malam tadi telah dihelat penganugerahan untuk enam juara dimana film-film yang masuk telah melalui beberapa proses kurasi dan penjurian. Proses kurasi dinilai oleh 3 juri: Tonny Trimarsanto (Ketua Asosiasi Dokumenteris Nasional, pembuat film documenter), Yuda Kurniawan (Dokumenteris peraih piala FFI 2018), dan Hamsyirak Ihsan (Ketua Asosiasi Dokumenteris Nasional Korda Surabaya Raya). Dari ketiga juri, maka terpilihlah 10 film terbaik dan pemenang juara untuk kategori:

1.Film Terbaik I diraih oleh Komunitas Kita Tulungagung dengan judul film Cimplung - Sosial, Ekonomi, Budaya
2.Film Terbaik II diraih oleh komunitas ILLUMI Visual dengan judul film Paradigma
3.Film Terbaik III diraih oleh komunitas Singiden Project dengan judul Pleidoi Panggung Hiburan
4.Dokumenteris Terbaik diraih oleh Ryan Herdiansyah dengan judul film Paradigma
5.Editor Terbaik diraih oleh Ardie C. Firsttiant dengan judul film Cimplung - sosial, ekonomi, budaya
6.Kameramen Terbaik diraih oleh Ardie C Firsttiant dan Endrita Agung dengan judul film Cimplung - ekonomi, sosial, budaya

Tiap kategori berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai, trophy dan sertifikat. Selain itu 10 film terbaik lainnya juga mendapatkan sertifikat.

Semoga perhelatan Festival Film Dokumenter "New Normal?" ini menjadi perhelatan yang bermanfaat. Bukan saja bagi para pemenang, tapi terhadap ekosistem perfilman Jawa Timur. (yos)

Berita Terkait

Malam Penganugerahan Festival Film Dokumenter New Normal?
Berita Terpopuler
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan P...selanjutnya
Politik  3 jam

Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Peristiwa  6 jam

Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
Peristiwa  1 jam

Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Malang Raya  10 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber