Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Tanaman Melon Rusak Diserang Hama Tepung dan Trotol, Petani Rugi Jutaan Rupiah
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 04-09-2020 | 19:00 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Hampir sebagian besar buah yang dihasilkan tumbuh tak maksimal dan menjadi kerdil. Sebagian buah bahkan gagal panen karena rusak dan rontok ke tanah. Foto: Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Cuaca tak menentu dalam sepekan terakhir, membuat petani buah melon di Kabupaten Bojonegoro, resah. Tanaman melon yang telah dirawat susah payah, rusak, diserang hama tepung dan trotol.

Serangan hama ini menyebabkan batang dan daun tanaman layu kering, sementara sebagian besar buah menjadi kerdil. Bahkan buah yang diserang hama, menjadi busuk dan rontok sehingga tak dapat dipanen sehingga para petani rugi hingga jutaan rupiah.

Kondisi tersebut, dirasakan para petani di Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.Ccuaca tak menentu, kadang panas dan mendadak hujan dalam sepekan terakhir, membuat belasan hektar tanaman melon yang dibudidayakan petani setempat, mendadak rusak dan tumbuh tidak optimal.

Dampaknya para petani dipastikan mengalami kerugian yang besar mencapai puluhan  juta rupiah. Kerugian diakibatkan tingginya biaya dan modal bercocok tanam, serta pemupukan, dan perawatan.

Selain itu, hasil panen juga hampir dipastikan turun drastis, lebih dari 60 persen dibanding musim sebelumnya. Jika dalam kondisi normal sepetak lahan berukuran 200 meter persegi mampu menghasilkan rata-rata 3 ton buah melon. Maka kini diperkirakan hanya mampu menghasilkan tak lebih dari satu ton saja tiap petaknya.

Selain itu, menurunnya kualitas buah yang dihasilkan juga berdampak pada harga jual buah melon ditingkat petani. Buah yang kerdil hanya laku dengan harga murah atau sepertiga dari harga buah normal.

Sementara buah dengan ukuran normal diatas satu setengah kilogram perbiji, kini hanya laku Rp 4 ribu saja perkilogram atau turun dibanding harga sebelumnya yang mencapai kisaran Rp 7 ribu rupiah perkilogram.

Dasuki, petani, mengaku, bertanam melon pada musim ini, cukup sulit. curah ekstrim disertai meningkatnya serangan hama, membuat para petani harus bekerja ekstra keras. Para petani juga harus mengeluarkan biaya berlebih untuk memberantas serangan hama yang sulit ditanggulangi.

"Seperti pemotongan dan penyemprotan obat anti jamur dan virus. upaya ini dilakukan rutin tiap hari dengan harapan serangan hama tak makin menyebar dan meluas," terang Dasuki.

Para petani berharap selama sisa waktu ini, tanaman yang telah dirawat selama lebih dari satu bulan ini mampu bertahan. Sehingga masih ada sisa buah untuk dipanen. (yos)

Berita Terkait

Diserang Hama Tikus, Hektaran Tanaman Jagung Gagal Panen

Metode Light Trap Bawang Merah

Hanya Setengah Persen Jagung Yang Diserang Hama Jamur

Tanaman Bawang Rusak Diserang Hama Ulat Daun dan Virus Membuat Harganya Melejit
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  4 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  12 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  5 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber