Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 08-09-2020 | 21:07 wib
Reporter : M. Ramzi
Tidak hanya sayur-sayuran, harga cabai di Kabupaten Magetan juga ikut anjlok. Akibatnya petani rugi jutaan rupiah, karena hasil panen mereka tidak sesuai dengan biaya tanam atau perawatan. Foto: M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Kalau biasanya, petani cabai keriting bisa meraup keuntungan jutaan rupiah saat panen, akan tetapi saat ini berbanding terbalik. Yang ada, petani cabai justru merugi karena harga yang anjlok.

Seperti yang dirasakan petani di Desa Bungkuk Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Saat panen ini, harga cabai merah keriting turun drastis, hanya Rp 8 ribu perkilogram. Padahal sebelumnya, saat normal, bisa mencapai Rp 15 ribu lebih perkilogram.

Turunnya harga terjadi sejak 4 bulan yang lalu saat pandemi covid-19. Akibat turunnya harga cabai keriting ini, petani merugi jutaan rupiah. Karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan biaya tanam, belum lagi pupuk subsidi yang sulit didapat.

"Saat normal satu petak lahan ditanami cabai bisa menghasilkan Rp 10 juta hingga Rp 15 juta kali ini hanya berkisar Rp 5 juta," jelasnya.

Murahnya harga produk pertanian ini akibat daya beli masyarakat terus menurun, dampak covid-19 ini. Petani berharap segera ada tindakan dari pemerintah agar harga hasil pertanian bisa terkontrol dengan baik. (yos)




Berita Terkait

Harga Cabe Menurun Petani Merugi

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan
Berita Terpopuler
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  6 jam

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  10 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  7 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  8 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber