Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Metropolis  Selasa, 15-09-2020 | 12:37 wib
Reporter : Ratusan driver online Jawa Timur menggelar unjuk
Yusmana Windarto
Berita Video : Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Surabaya pojokpitu.com, Ratusan driver online se Jawa Timur menggelar unjuk rasa di kawasa Bundara Waru, menuju kantor dinas perhubungan jawa timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Mereka membawa berbagai poster dan spanduk untuk menuntut evaluasi potongan 20 persen dari aplikator yang sangat memberatkan, terlebih di masa pandemi karena orderan makin sepi.

Bahkan pembagian bantuan sosial dari pemerintah dianggap tidak merata bagi para driver online. Selain itu, berlakunya zona merah untuk transportasi online di beberapa wilayah di Jawa Timur menyulitkan para driver online untuk mencari konsumen.
 
Tak hanya itu, tekanan dari para debt collector membuat para driver online makin terpuruk karena memiliki hutang dari leasing yang tak memberi keringanan selama masa pandemi.
 
Selain itu, driver online menuntut agar adanya penertiban aplikator baru dari transportasi online yang tidak memiliki kantor di wilayah, dan penentuan tarif yang merugikan mitra driver.
 
Dalam aksinya mereka melakukan sweping terhadap teman-temannya yang masih nekat bekerja untuk turut berunjuk rasa.

"Selain itu janji dari bantuan sosial dari dinas perhubungan jawa timur dinilai prank karena selama ini sangat sulit memperolehnya," kata Daniel Lukas, Humas Frontal.
 
Aksi para driver online tersebut mendapat penjagaan ketat dari petugas Polda Jawa Timur, usai menyampaikan aspirasinya di Dishub Jatim, mereka akan menuju Diskominfo Jatim, Polda Jatim, KPPU Jatim, DPRD Jatim, Kantor Gubernur Jatim, Kantor Gojek dan Grab, serta berakhir di Gedung Grahadi.

Meski sempat membuat arus lalulintas di kawasan Jalan Hamd Yani Surabaya menjadi macet, namun para pengunjukrasa ini melakukan aksinya secara damai. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan

Pemerintah Dituntut Buat Aturan Soal Tarif Promo Ojek Online

Ribuan Driver Online Gabungan Geruduk Kantor Aplikasi

Puluhan Driver Ojol di Magetan Demo Protes Zona Merah
Berita Terpopuler
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  5 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber