Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Pantura  Selasa, 22-09-2020 | 02:06 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Beginilah perjuangan warga perbukitan kapur Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, demi mendapat air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Foto: Khusni Mubarok
Berita Video : Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Tuban pojokpitu.com, Bencana kekeringan melanda pemukiman penduduk di perbukitan kapur di Kabupaten Tuban. Kemarau panjang selama empat bulan ini, menyebabkan warga mengalami krisis air bersih. Akibatnya warga harus mengambil air sumur tengah hutan yang berjarak dua kilometer. Dalam sehari, warga bisa bolak-laik sebanyak tiga kali, untuk mengambil air menggunakan jurigen.

Sumur tua ini menjadi sumber air bersih terdekat. Meski sedikit lelah, namun warga rela dari pada harus membeli air seharga rp150.000 per tangki berkapasitas 5000 liter. Sebab, uang sangat berharga bagi mereka yang hanya mengandalkan penghasilan dari manjual hasil ladang.

Menurut warga, Suci Wuriyan, sumur di rumah warga saat ini kondisiya mengering. Untuk itu mereka rela jauh-jauh mengambil air untuk kebutuhan minum dan memasa.  

Hingga kini belum ada bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak swasta. Tak hanya air bersih untuk masak dan minum, warga juga membutuhkan air untuk mencuci pakaian.

Tercatat 12 desa dari 5 kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban, mengalami kekeringan. Diantaranya Kecamatan Semanding, Grabagan, Montong, Parengan, dan Kecamatan Senori.

Jumlah ini diprediksi masih akan terus bertambah mengingat musim kemarau masih panjang. Terlebih data tahun sebelumnya, kekeringan tercatat melanda lima puluh lima desa. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Lima Kecamatan Terdampak Krisis Air Bersih, BPBD Lakukan Droping

Puluhan KK di Desa Mategal Alami Krisis Air Bersih

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas

Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Berita Terpopuler
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  5 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber