Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Pantura  Rabu, 23-09-2020 | 00:07 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Krisis air bersih melanda pemukiman penduduk di kawasan perbukitan kapur Kabupaten Tuban, musim kemarau menyebabkan sumur-sumur milik warga tidak menghasilkan air. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, langsung berduyun-duyun menyerbu tangki berisi air bersih bantuan pemerintah daerah setempat. Berbekal jurigen kosong, ember, serta drum, mereka rela mengantri demi mendapat jatah air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan air bersih seperti ini memang sangat diharapkan warga. Sebab, sudah empat bulan ini sumur dan saluran Perusahaan Air Munum (PAM) yang terhubung ke rumah-rumah tidak lagi mengeluarkan air. Akibatnya, warga kesulitan mendapat air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak dan mandi, warga terpaksa harus membeli air dari luar atau mengambil air dari sumur dari desa tetangga. "Untuk menghadapi bencana kekeringan ini, warga mengeluarkan banyak uang untuk sekedar memenuhi kebutuhan air bersih," jelas Isma, warga Desa Sambongrejo.

Sementara itu, Edi Sukirno, Kepela Bidang Kedaruratan Dan Logistik BPBD Tuban, mengatakan,krisis air bersih di kecamatan semanding, tuban, saat ini melanda sedikitnya lima desa. "Namun tidak menutup kemungkinan dampak bencana kekeringan ini akan meluas ke desa dan kecamatan lain," kata Edi Sukirno.

Lima desa di Kecamayan Semanding, Tuban, yang mengalami krisis air bersih di antaranya, Desa Semanding, Desa Sambongrejo, Desa Bektiharjo, Desa Perunggahan Kulon, serta Desa Jadi.

"Untuk meringankan beban warga, BPBD Tuban, memaksimalkan armada truk tangki yang dimiliki untuk mendistribusikan air bersih gratis kepada warga terdampak," jelasnya.

Bencana kekeringan diprediksi masih akan terjadi hingga bulan November mendatang, dan berakhir bersamaan dengan datangnya musim penghujan. (yos)

Berita Terkait

Lima Kecamatan Terdampak Krisis Air Bersih, BPBD Lakukan Droping

Puluhan KK di Desa Mategal Alami Krisis Air Bersih

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas

Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Berita Terpopuler
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  6 jam

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  10 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber