Berita Terbaru :
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
Polisi Temukan Sapi Korban Pencurian
Kelabui Petugas, Miras Disembunyikan di Ladang Jagung
Pembelajaran Tatap Muka, Dindik Cek Kesiapan Sekolah
   

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 29-09-2020 | 00:08 wib
Reporter : Felli Kosasi
Isu tsunami yang ramai di media sosial di wilayah pesisir jawa, dipandang warga pesisir selatan jawa sebagai hal yang biasa. Salah satunya warga di pesisir selatan Kabupaten Jember, mereka tidak terpengaruh terhadap isu tersebut walaupun harus waspada jika ada gempa diwilayah pesisir yang dapat memicu tsunami. Foto: Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Warga di pesisir selatan jember tepatnya di pesisir pantai pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Jember, tidak terpengaruh terhadap isu tsunami yang ramai beredar di media sosial facebook. Bahkan di beberapa media online rilis BMKG menunjukkan potensi tsunami di lempeng Indo Australia.

Salah satunya Nuril Anwar, anggota Pokmas Wisata Pancer Puger, meski aktifitas pokmas normal tetap berjalan seperti biasanya. Namun para pekerja di wisata mengeluhkan turunnya pengunjung akibat isu tsunami yang beredar, tidak tanggung tanggung bahkan beberapa minggu kebelakang ini pendapatan wisata ini menurun drastis, karena pengunjung berkurang hingga 70 persen.

Sementara itu nelayan pesisir selatan Jember juga nekat tetap melaut karena terhimpit kebutuhan ekonomi yang semakin melejit. Nelayan harus melewati pesisir yang dikahwatirkan ada gempa, jika gempa atau tsunami terjadi ketika nelayan ditengah laut, nelayan dapat aman dan terhindar.

Beberapa himbauan dan arah evakuasi sudah disiapkan dan dipasang oleh pemerintah jika sewaktu waktu gempa terjadi, warga tahu harus berlari ke arah mana. (yos)

Berita Terkait

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Berita Terpopuler
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  5 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber