Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Pendidikan  Selasa, 29-09-2020 | 06:25 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi
Surabaya pojokpitu.com, Hingga akhir bulan September, sekolah di Surabaya belum mendapatkan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh, seperti yang dijanjikan oleh Kemendikbud.

Ssalah satu kepala sekolah SMP swasta di Surabaya yang enggan disebut namanya mengaku hingga menjelang akhir bulan September, dirinya belum mendapatkan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh. Padahal sebelumnya, Kemendikbud menjanjikan akan memberikan 30 gigabyte untuk siswa dan 40 gigabyte untuk guru agar dapat efektif dalam pembelajaran jarak jauh, pada awal September lalu.

Kepala sekolah tersebut mengaku, dirinya hanya bekerja sama dengan dua provider yang memberikan kartu perdana. Sayangnya, kartu perdana tersebut hanya bisa digunakan untuk zoom. Sedangkan untuk streaming youtube ataupun google, baik siswa maupun guru tetap menggunakan kuota reguler. Sehingga kartu perdana banyak yang tidak digunakan.

Tak berbeda jauh dengan SMP, jenjang SMA dan SMK kuota internet juga difasilitasi oleh CSR perusahaan telekomunikasi bekerja sama dengan Dindik Jatim. Sebanyak 1,3 juta kartu perdana telah didistribusikan. Sedangkan kuota internet dari Kemendikbud belum jelas waktu pencairannya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengakui pihaknya kini telah menyiapkan anjungan belajar mandiri khusus untuk 62 daerah yang tidak terfasilitasi internet.

"Dengan menggandeng BUMN telekomunikasi, untuk membangun BTS mini. Melalui anjungan tersebut siswa bisa mendownload modul pembelajaran sehingga proses pembelajaran bisa terfasilitasi," kata Wahid Wahyudi, Kadis Pendidikan Jatim.(end)

Berita Terkait

Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud Dianggap Tidak Proporsional

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair

Pemberian Kuota Internet Gratis Terlambat

57 Ribu Siswa SD SMP Bakal Dapat Kuota Internet Gratis
Berita Terpopuler
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  6 jam

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber