Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Metropolis  Selasa, 29-09-2020 | 09:25 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Angka perceraian yang melakukan gugatan ke Pengadilan Agama Sidoarjo tidak mengalami kenaikan signifikan, meski masa pandemi covid 19 terjadi.
Berita Video : Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Sidoarjo pojokpitu.com, Dalam masa pandemi covid-19 (virus corona) angka kasus perceraian di Kabupaten Sidoarjo tak mengalami kenaikan yang signifikan. Tercatat, sejak Januari hingga Agustus 2020 sudah angka perceraian cenderung sama dengan tahun lalu. Sementara untuk data perceraian di bulan Agustus, pasca tidak beroperasi Pengadilan Agama Sidoarjo, mengalami lonjakan hingga 65 perkara dalan sehari. Alasan perceraian dilakukan, lantaran sang suami tidak tidak ada penghasilan, sehingga kebutuhan keluarga tidak terpenuhi.

Angka perceraian yang melakukan gugatan ke Pengadilan Agama Sidoarjo tidak mengalami kenaikan signifikan, meski masa pandemi covid 19 terjadi. Menurut data pengajuan gugatan cerai banyak dilakukan oleh perempuan, dengan alasan masalah ekonomi. Sang suami tidak memiliki pekerjaan pasti, sehingga sangat berdampak adanya pandemi covid 19 ini.
 
Elisa, warga Sidoarjo yang menggugat cerai suaminya mengatakan, gugatan cerai ini dilayangkan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo, lantaran akhir-akhir ini, persisnya disaat pandemi covid 19 tidak bertanggung jawab kepada istri dan anaknya.
 
Selain itu, dirinya juga sering kali mengajak berdiskusi dalam menyelesaikan ekonomi keluarga, namun tidak ada tanggapan yang pasti daei sang suami. Ditunggu beberapa minggu hingga berbulan-bulan, terpaksa dirinya mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Sidoarjo.
 
Akram Udin, Humas Pengadilan Agama Kabupaten Sidoarjo, mengatakan, angka perceraian di Kabupaten Sidoarjo selama delapan bulan terakhir, merupakan data total cerai gugat dan cerai talak. Angka cerai gugat atau perceraian yang diajukan di delapan bulan terakhir didomninasi oleh istri, cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh suami selama delapan bulan terakhir hanya 30 persen.
 
Beberapa kasus perceraian juga ada yang diajukan oleh tenaga kerja wanita (TKW) yang sedang bekerja di luar negeri.
 
Faktor utama tingginya angka perceraian di Kabupaten Sidoarjo adalah masalah ekonomi. Seperti nafkah dari suami kurang mencukupi kebutuhan istri, suami yang sering mabuk-mabukan dan tidak bertanggung jawab.
 
Akram menyebut, cerai talak terjadi pada bulan Agustus. Cerai gugat pada bulan Sgustus ada sebanyak 65 kasus dan cerai talak ada 38 kasus. Sedangkan kasus perceraian pada April dan Mei cenderung sama dengan tahun lalu. Cerai gugat hanya 25 kasus dan cerai talak ada 22 kasus. Namun angka perceraian kembali landai pada September 2020.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri

Awal Tahun 2018, Pengadilan Agama Kabupaten Malang Tangani Ratusan Kasus Perceraian
Berita Terpopuler
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  5 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber