Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Masalah Ekonomi Menjadi Pemicu Perceraian di Tengah Pandemi
Metropolis  Jum'at, 02-10-2020 | 01:15 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Tingginya angka perceraian di tengah pandemi covid 19 ini, ternyata tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat, juga mengalaminya. Bahkan, angka perceraian di sejumlah negara di Asia dan Amerika juga cukup tinggi.

Psikolog Andik Matulessy mengatakan, masalah ekonomi masih menjadi penyebab utama terjadinya perceraian di tengah pandemi covid 19. Sebagian besar istri masih belum bisa menerima bila suaminya tidak bekerja akibat di PHK oleh perusahaannya.
 
Dosen psikologi Untag ini menambahkan, pemutusan hubungan kerja ini mengakibatkan suami lebih banyak berada di rumah. Seringnya intensitas pertemuan suami dan istri di rumah ini mengakibatkan kejenuhan hingga mengakibatkan stres dari salah satu pasutri. "Kejenuhan pasutri ini semakin memuncak ketika keuangan mulai menipis hingga mulai muncul tindakan agresiv dari salah satu pasutri," kata Dr. Andik Matulessy.
 
Andik Matulessy menjelaskan, untuk mencegah terjadinya perceraian di tengah pandemi covid 19 ini sebenarnya sangat mudah. saat pasutri banyak di rumah, keduanya cukup saling komunikasi, dengan tidak saling menyalahkan.

Selain itu, pasutri mencari informasi yang positif terkait situasi pandemi covid 19. namun bila pasutri masih belum bisa memecahkan masalahnya, keduanya bisa berkonsultasi ke psikolog agar tidak terjadi perceraian yang tentunya tak hanya merugikan keduanya, tapi juga anak yang menjadi korbannya. (yos)




Berita Terkait

Masalah Ekonomi Menjadi Pemicu Perceraian di Tengah Pandemi

Masa Pandemi Yang Berimbas Pada Ekonomi Menambah Angka Penyebab Penceraian

Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi

Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635
Berita Terpopuler
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  5 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber