Berita Terbaru :
Ratusan Pelajar SMPN di Surabaya Dites Swab
Puluhan Warga Jalani Rapid Akibat Kontak Erat Klaster Cindewilis
9 Orang Budak Narkoba Dibekuk Polisi, Salah Satunya Seorang Perangkat Desa
Menolong Kawan Yang Diceburkan, Siswa SMK Tenggelam di Sungai Buntung Desa Tawangsari
Belasan Pengrajin Emas Ditipu Milyaran Rupiah
Ditpolairud Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Dilindungi
Ketagihan Nyabu, Siswa SMK Nekat Jambret Tas Ibu Rumah Tangga
Kiai Asep Minta Masyarakat Menangkan Nomer 2 Machfud-Mujiaman Untuk Kalahkan Kedzoliman
Hasil Swab, Bupati Dadang Wigiarto Terkonfrim Positif Covid 19
Pembagian BLT Gunakan Protokol Kesehatan
Surat Suara Tiba, Proses Pelipatan Gunakan Protokol Covid
Guru Tidak Tetap Demo Sampaikan Problem Pendidikan di Jember
Tagih Jatah Warisan Tak Kunjung Diberikan, Pelaku Bakar Korban Yang Masih Saudara Sendiri
Bupati Periksa Kesiapan Logistik Jelang Pilkada
Layanan KB Terganggu, Angka Kelahiran Naik 400 Ribu
   

Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Malang Raya  Senin, 26-10-2020 | 01:08 wib
Reporter : Jefri Siswanda
Malang pojokpitu.com, Ubah pandemi jadi rejeki , seorang pengusaha konveksi asal Malang, Jawa Timur mengembangkan usaha masker etnik yang laku hingga pangs Eropa. Berkat usahanya kini ia juga meciptakan lapangan kerja baru bagi lingkungan sekitarnya.

Merebaknya pendemi global justru menjadi berkah bagi sebagian industri kreatif. Jeli melihat peluang, menjadi kunci meraih kesuksesan.  
Seperti konveksi masker etnik the mantra  di Pakisaji , Kabupaten Malang , Jawa Timur ini. Selama pandemi permintaan masker etnik melejit hingga hapir 100 persen.

Berawal dari ide si pemilik usaha , Yusi The Mantra yang membaca gerak arah fashion di masa pandemi  yang cenderung beralih ke pembuatan masker. Berbekal latar belakang kemampuan konveksi  yang dimilikinya, Yusi membuat tren fashion yang baru masker etnik dangan corak dan warna khas Indonesia.

Beragam masker etnik seperti batik, lurik dan motif dari bali menjadi favorit konsumen. Tak hanya pasar domestik , masker etnik the mantra , juga sukses  menembus Eropa sepeti Inggris dan Belanda.

Berkah dari masker etnik tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha namun juga lahan pekerjaan baru bagi warga setempat. Kedepannya Yusi berencana utuk mengembangkan produk lainnya seperti tas , clucth dan tote bag. (yos)





Berita Terkait

Sinergi Dunia Usaha dan Dunia Industri Cetak Wirausaha Bidang Teknologi

Ubah Pandemi Jadi Rejeki

Kurang Siap, Peserta Pameran Industri Kreatif Clothing Turun Persen

Memajukan Industri Kreatif Kota Surabaya Lewat Acara Geekfast
Berita Terpopuler
Sampah Plastik Diolah Bahan Bakar Alternatif Setara Pertamax
Teknologi  13 jam

Pelajar Edarkan Pil Y dan Buruh Tani Pil Koplo Dibekuk Polsek Lawang
Malang Raya  17 jam

Konsumsi Sabu Untuk Doping, Kuli Bangunan Dibekuk Reskrim Polsek Lawang
Malang Raya  15 jam

Kalangan Millenial Dominasi Pelanggar Protkes di Bangkalan
Peristiwa  20 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Masuk Jurang Sedalam 100 Meter Lebih
Pojok Pitu

Ngopi Saat Jam Kerja, ASN Pemkab Bojonegoro Kocar-Kacir Saat Diamankan Satpol PP...selanjutnya
Pojok Pitu

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan

Pecah Ban Elf Terguling di Jalur Tol, 1 Tewas
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber