Berita Terbaru :
Ratusan Pelajar SMPN di Surabaya Dites Swab
Puluhan Warga Jalani Rapid Akibat Kontak Erat Klaster Cindewilis
9 Orang Budak Narkoba Dibekuk Polisi, Salah Satunya Seorang Perangkat Desa
Menolong Kawan Yang Diceburkan, Siswa SMK Tenggelam di Sungai Buntung Desa Tawangsari
Belasan Pengrajin Emas Ditipu Milyaran Rupiah
Ditpolairud Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Dilindungi
Ketagihan Nyabu, Siswa SMK Nekat Jambret Tas Ibu Rumah Tangga
Kiai Asep Minta Masyarakat Menangkan Nomer 2 Machfud-Mujiaman Untuk Kalahkan Kedzoliman
Hasil Swab, Bupati Dadang Wigiarto Terkonfrim Positif Covid 19
Pembagian BLT Gunakan Protokol Kesehatan
Surat Suara Tiba, Proses Pelipatan Gunakan Protokol Covid
Guru Tidak Tetap Demo Sampaikan Problem Pendidikan di Jember
Tagih Jatah Warisan Tak Kunjung Diberikan, Pelaku Bakar Korban Yang Masih Saudara Sendiri
Bupati Periksa Kesiapan Logistik Jelang Pilkada
Layanan KB Terganggu, Angka Kelahiran Naik 400 Ribu
   

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di Atas
Pilkada  Selasa, 27-10-2020 | 11:04 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Klaim hasil survei internal pasangan calon Eri Cahyadi-Armuji (Erji) unggul 6 persen atas paslon Machfud-Mujiaman (Maju) menjadi rasan-rasan banyak orang. Pasalnya, kondisi riil menunjukkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu terlihat gelisah. Fakta itu bisa dilihat dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang ngoyo mencari simpati untuk memenangkan Erji. Bahkan ada indikasi kuat Risma sering menyelipkan kampanye di sela-sela kegiatannya sebagai wali kota.

Hal itu menunjuklan kondisi sebenarnya bahwa Eri-Armuji justru kalah dengan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). "Hasil survei internal kami justru pasangan MAJU unggul 20 persen," ujar Direktur Komunikasi dan Media Tim Pemenangan MAJU Imam Syafii. Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menanggapi santai hasil survei internal, yang mengklaim unggul 6 persen itu. Karena hasil survei internal PDIP itu sama sekali tidak nyambung dengan fakta di lapangan.

"Kalau Erji memang sudah unggul dari Maju, kan mestinya Bu Risma bisa lebih tenang. Bukan sebaliknya harus ngoyo sampai banyak laporan dugaan adanya pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Bu Risma untuk memenangkan Erji," papar mantan redaktur Jawa Pos ini.

 "Saya justru merasa curiga hasil survei internal mereka kurang bagus sehingga terus menerus membuat narasi yang mengingkari fakta dan akal sehat. Karena sekali lagi hasil survei internal kami, Poltracking, unggul jauh," tegas Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Surabaya.

Imam menduga, unggul 6 persen itu hanya klaim tim pemenangan Eri-Armuji. Hal itu bisa dilihat dari alur rilis berita yang disebar di media massa beberapa hari terakhir ini. Dimana setelah klaim unggul, Eri-Armuji membuat isu tim MAJU galau, setelah itu yang paling parah membuat tuduhan banyak APK Eri-Armuji dirusak pihak lain pasca berita yang memuat hasil survei mereka unggul 6 persen. "Ini seperti rangkaian framing seolah seolah Erji betul betul sudah unggul atas Maju, lalu pihak pendukung Maju frustasi dan merusak APK Erji. Ya seperti playing victim, untuk mencari simpati publik" jelasnya.

 Imam mempersilahkah petugas untuk menangkap siapapun yang dengan sengaja merusak APK kedua paslon walikota dan wakil walikota surabaya. Imam yakin mereka bukan tim atau relawan MAJU. Politisi Partai Nasdem ini mengungkapkan, yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Banner dan baliho Eri-Armuji berdiri tegak meski di tempat yang terlarang. Sementara baner dan baliho MAJU banyak yang dibongkar oleh petugas Satpol PP. "Yang terjadi selama ini malah tebang pilih, baliho MAJU dibabat habis, biarpun itu di jalan kampung," katanya.

Ditanya apakah ada pembohongan publik? Imam membiarkan masyarakat yang menilai. Tim MAJU sudah berkomitmen berkontestasi secara fair. "MAJU tidak akan menggunakan cara-cara keji, fitnah dan tidak beradab. Pak Machfud Arifin sudah menegaskan harus menang dengan bermartabat," tukas Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya ini. (eri)

Berita Terkait

Kiai Asep Minta Masyarakat Menangkan Nomer 2 Machfud-Mujiaman Untuk Kalahkan Kedzoliman

Robot Menari Tirukan Gerakan Cuci Tangan dan Pakai Masker

Sampah Plastik Diolah Bahan Bakar Alternatif Setara Pertamax

Terapkan Sistem Merit, Pemprov Jatim Terima Penghargaan dari KASN
Berita Terpopuler
Sampah Plastik Diolah Bahan Bakar Alternatif Setara Pertamax
Teknologi  14 jam

Pelajar Edarkan Pil Y dan Buruh Tani Pil Koplo Dibekuk Polsek Lawang
Malang Raya  17 jam

Konsumsi Sabu Untuk Doping, Kuli Bangunan Dibekuk Reskrim Polsek Lawang
Malang Raya  15 jam

Kalangan Millenial Dominasi Pelanggar Protkes di Bangkalan
Peristiwa  20 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Masuk Jurang Sedalam 100 Meter Lebih
Pojok Pitu

Ngopi Saat Jam Kerja, ASN Pemkab Bojonegoro Kocar-Kacir Saat Diamankan Satpol PP...selanjutnya
Pojok Pitu

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan

Pecah Ban Elf Terguling di Jalur Tol, 1 Tewas
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber