Berita Terbaru :
Warga Protes Dugaan Penggelapan Uang Iuran Makam
Seorang Pelajar Ditangkap Usai Beli Narkoba
Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif
Jalani Perawatan di Rumah Sakit PDP, Seorang Pegawai Kemenag Kota Mojokerto Meninggal Dunia
Suami Jual Isteri Untuk Layanan Seks Threesome Bertarif Rp 2 Juta
Pemkot Surabaya Dapat Bantuan APD dan Bilik Aseptik Dari Ubaya
Hadang Penyebaran Covid-19 di Perbatasan, Petugas Screening Pengendara
Akibat Virus Corona, PMI Jember Kekurangan Stok Darah
Sidang Kasus Aset Pemkot Malang Digelar Melalui Online
RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ
Remisi Corona, 26 Narapidana Lapas Mojokerto Bebas Bersyarat
DAMRI Batasi Operasional Bus Cegah Penyebaran Virus
Antisipasi Virus Corona, 49 Narapidana Pulang Bebas Lebih Cepat
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
   

Kejakasaan Dinilai Lamban Dalam Pemeriksaan Dua Tersangka Kredit Fiktif
Hukum  Kamis, 12-02-2015 | 15:51 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo, hingga kini belum memanggil dua tersangka dari Bank BPR Delta Arta Sidoarjo, untuk diperiksa. Kejaksaan terlihat lamban karena diduga ada intervesi.

Pasca menjebloskan empat tersangka pengajuan kredit fiktif Bank BPR Delta Arta Sidoarjo ke Lapas Sidoarjo, penyidik kejaksaan terlihat sudah tidak bisa bergerak lagi untuk menjerat dua tersangka dari pihak Bank BPR DAS. Karena diduga ada intervensi dari oknum internal kejaksaan. Karena ada ikut campur dalam perkara ini, sangat menghambat para penyidik untuk memberantas pelaku tindak pidana korupsi uang negara.
 
Banyak masyarakat menilai, kejaksaan tebang pilih. Terbukti hanya dijebloskannya empat tersangka, Luluk Farida Iqhak, Atik Munziati, Munawaroh dan Yunita. Padahal yang berperan aktif dalam pengajuan kredit fiktif hingga Rp 12 milyar ini Luluk Farida Isqak dan pihak Bank BPR DAS.

Dua orang dari Bank BPR DAS, Muhamad Amin (mantan direktur utama) dan ratna ( direktur utama), hingga kini belum pernah dipanggil penyidik kejaksaan.

Terkait tudingan itu, kepala seksi pidana kusus (Kasipidsus) Muahamd Nusrim mengatakan, sebenarnya penyidik sudah memiliki alat bukti untuk menetapkan dua tersangka kepada Muhamad Amin dan Ratna.

"Untuk menetapkan dua orang ini masih diperlukan lagi saksi ahli dari akademisi dan otoritas jasa keuangan," kata Muhamad Nusrim Kasipidsus Kejaksaan Negeri Sidoarjo

Sementara itu, penyidik kejaksaan berkali-kali memeriksa saksi Istiqomah (staf kredit). Anehnya, setiap Istiqomah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik, dua kuasa hukum selalu mendampingi saksi. (pul)



Berita Terkait

Korupsi Kredit BRI, Bos Panti Pijet Divonis 3 Tahun Penjara

Gisella Dapat Tiket Pesawat 25 Juta dan Tyas Dapat Voucher Hotel Rp 5 Juta

Tyas Mirasih Diperiksa Duluan dan Terpisah Dengan Gisel

Terkait Kasus Carding, Gisella Anastasia dan Tyas Mirasih Penuhi Panggilan Polda Jatim
Berita Terpopuler
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  6 jam

5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  10 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber