Berita Terbaru :
Polresta Sidoarjo Berikan Penghargaan Kepada 40 Anggota Berprestasi
Jelang Hari Jadi dan Suro, Pengrajin Seni Sterofoam dan Gabus Sepi Order
Perayaan Hari Jadi Kota Reog ke-524 Dikemas Sederhana
Empat Pegawai Positif Korona, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Ditutup
Gaji 13 ASN Segera Cair
Pemkab Ngawi Bakal Tertibkan Bangunan yang Melebihi Batas
Daftar Sebagai Pemilih Tetap di Kediri, Mas Dhito Berharap Penyelenggara Optimal dan Adil
Begini Pembelajaran Tatap Muka SMA di Era Pandemi
Berduaan di Dalam Kamar Kos, Satu Pasangan Bukan Suami Isteri Terjaring Satpol PP
Diduga Dukun Sihir, Warga Kepulauan Kangayan Dibunuh Diatas Kapal Motor
Satu Nakes Puskesmas Maospati Positif Covid-19
Tim Identifikasi Polres, Kumpulkan Beberapa Barang Bukti
Kota Malang Kembali Catat Rekor Penambahan Pasien Positif Covid-19
Diserang Perguruan Pencak Silat, Warga Memilih Bersembuyi
Viral, Warga Rebut Jenazah Covid
   

Mantap Mundur, Ratna : Saya Titip Rizki dan Gonzales
Sosok  Selasa, 17-02-2015 | 10:51 wib
Reporter : Edwin Jaka
Surabaya pojokpitu.com, Niat Ratna Achjuningrum mundur dari posisi sebagai Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) kian membulat. Sampai saat ini, pemberian kewenangan pengelolaan terhadap KBS, membuat Ratna terdiam. Kemudi Direksi yang di-nahkodainya tidak bisa melaju.

Kepada pojokpitu.com, Ratna mencurahkan isi hatinya selama menjabat sebagai Dirut PDTS KBS. Meski diakui jalinan emosional dan rasa kecintaan dengan satwa telah menyatu, namun Ratna harus bersiap melangkah pergi meninggalkan Riski dan Gonzales, yang kerap disapanya bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Ratna Achjuningrum, Dirut PDTS KBS :

Bagaimana Kabar Anda saat ini?

Alhamdulillah baik. Saya baru saja mengambil cuti untuk istirahat sejenak. Saat ini, Saya kembali melakukan tugas?tugas yang belum selesai di Direksi (PDTS).

Aktifitas Anda sampai saat ini?

Rutin saja. Jalan?jalan. Ngobrol sama Keeper. Sekitar jam 9 tanda tangan dokumen, maupun koordinasi dengan direksi.

Apakah Niat Anda sudah bulat untuk Mengundurkan Diri?

Sebenarnya pemikiran dan upaya Saya di KBS sudah menyatu. Namun, sampai saat ini kewenangan pengelolaan belum juga diberikan (Pemkot), jadi posisi saya tidak bisa berbuat apa?apa. Mungkin ditempat lain, Saya akan lebih tertantang.

Seberapa Penting Kewenangan Pengelolaan itu Bagi Anda Selaku Dirut PDTS KBS?

Direksi itu punya masa empat tahun. Kita membuat bisnis plan. Kita fokuskan kebutuhan satwa untuk bisa hidup layak. Disamping itu, pembenahan lembaga atau organisasi sumberdaya manusia (SDM) kita satukan agar penanganan terhadap satwa lebih fokus. Itu tugas kami di tahun pertama.

Tapi di tahun kedua kita melakukan peningkatan yang progresif. Contohnya, memenuhi perbaikan kandang. Serta pengelolaan aset non tanah. Termasuk adanya kewenangan pengelolaan terhadap dana yang ada. Hal itu penting.

Dengan adanya dana yang masuk, kesejahteraan satwa akan terpenuhi. Tahun pertama kami diberi anggaran Rp 4.71 Miliar. Tahun kedua Rp 10 miliar. Enam miliar sebagai dana cadangan. Dana itu digunakan jika omset pemasukan tiket menurun, anggaran itu bisa menutupi sementara kebutuhan manajemen.

 Nah, dari anggaran tersebut, sebanyak Rp 2.2 miliar untuk membangun kandang satwa. Tujuannya,  kesejahteraan satwa bisa terpenuhi. Namun, untuk menggunakannya harus ada kewenangan (dari Walikota/Pemkot). Karena menggunakan uang rakyat.

Kalau lampu hijau diberikan, maka kami bergerak. Namun Saya menyadari butuh proses. Tapi, ada beberapa hal yang saya sendiri tidak memahai, kenapa (proses pemberian kewenangan) pengelolaan begitu rumit.

Apakah anda kecewa?

Kalau dibilang kecewa, setengah kecewa. Tapi kita paham, karena aturan main di tingkat Instansi berbeda dengan swasta.

Ada begitu banyak proses?proses yang kadang membuat saya tidak megerti. Sehingga saya jadi bertanya?tanya, kenapa harus terjadi hal seperti ini?

Kabarnya Pengunduran Diri Anda disebut?sebut tidak Harmonis dengan Walikota, apa benar?

Tidak juga seperti itu. Menurut Saya, Bu Wali itu orangnya sangat perhatian. Terutama kepada para satwa. Beliau juga sering datang ke sini (KBS). Biasanya sebelum beraktifitas (Tugas Walikota), Bu Wali kerap datang hanya untuk mendengar suara Si Amang. Memanggil Rizki (Orang Utan Koleksi KBS), serta mengajak Saya bertemu Gonzales (satwa Gajah). Beliau sangat sayang kepada Mereka.

Jika Anda Tetap dipertahankan?

Sekali lagi saya bilang. Selama lampu itu belum hijau, kita akan sulit melangkah. Sehingga saya pun juga tidak bisa berbuat banyak. Namun, apa yang Saya dapatkan disini termasuk hubungan dengan Pemkot dan DPRD Surabaya memberikan banyak ilmu tambahan bagi Saya, untuk ditempat lain.

Informasinya Kinerja Anda (Sebagai Dirut PDTS KBS), dilirik Pengelola Kebun Binatang di Sumatera maupun Asia. Anda berminat?

Amien!, dan Terimakasih jika ada yang menilai kinerja saya selama disini. Meski ketertarikan itu sudah saya dengar, namun belum ada tindak lanjut. Saya lebih tertantang jika ditempat yang belum terbenahi namun bisa ada perubahan, karena Upaya dan Kinerja Saya.

Jika Keputusan (Persetujuan Mundur) Anda Terima, Sikap Anda?

Saya yakin keputusan (Walikota) tidak pernah salah. Mampu mengambil sikap yang bijaksana. Demi Satwa di KBS kedepannya. Saya titip Rizki dan Gonzales Yah.

Berbagai upaya pembenahan terus dilakukan Ratna. Terlebih, tantangan berat membawa arah Direksi tetap berada ditengah, di masa?masa polemik yang terjadi di tubuh KBS.

Sementara, keinginan dan upaya yang dilakukan belum sempurna. Khususnya pemberian kewenangan bagi PDTS untuk kian menata dan mensejahterakan satwa. (pul)



Berita Terkait

4 Bulan Ditutup, Hari Ini KBS Dibuka Kembali

Kebun Binatang Surabaya Bertahan Ditengah Pandemi Virus Corona

KBS Buka Wahana Untuk Penghoby Runner

Pohon Angpau Untuk Pengunjung KBS
Berita Terpopuler
Ratusan Orang Dari Perguruan Pencak Silat, Kembali Serang Warga
Peristiwa  7 jam

Jokowi Teken PP, Pegawai KPK Resmi Jadi ASN
Politik  14 jam

Pemkab Sidoarjo Bagi 15 Ribu Masker Gratis Untuk Penanganan Covid 19
Metropolis  15 jam

Dipicu Bendera, Warga dan Pesilat Terlibat Bentrok
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber