Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Mantap Mundur, Ratna : Saya Titip Rizki dan Gonzales
Selasa, 17-02-2015 | 10:51 wib
Oleh : Edwin Jaka
Surabaya pojokpitu.com, Niat Ratna Achjuningrum mundur dari posisi sebagai Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) kian membulat. Sampai saat ini, pemberian kewenangan pengelolaan terhadap KBS, membuat Ratna terdiam. Kemudi Direksi yang di-nahkodainya tidak bisa melaju.

Kepada pojokpitu.com, Ratna mencurahkan isi hatinya selama menjabat sebagai Dirut PDTS KBS. Meski diakui jalinan emosional dan rasa kecintaan dengan satwa telah menyatu, namun Ratna harus bersiap melangkah pergi meninggalkan Riski dan Gonzales, yang kerap disapanya bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Ratna Achjuningrum, Dirut PDTS KBS :

Bagaimana Kabar Anda saat ini?

Alhamdulillah baik. Saya baru saja mengambil cuti untuk istirahat sejenak. Saat ini, Saya kembali melakukan tugas?tugas yang belum selesai di Direksi (PDTS).

Aktifitas Anda sampai saat ini?

Rutin saja. Jalan?jalan. Ngobrol sama Keeper. Sekitar jam 9 tanda tangan dokumen, maupun koordinasi dengan direksi.

Apakah Niat Anda sudah bulat untuk Mengundurkan Diri?

Sebenarnya pemikiran dan upaya Saya di KBS sudah menyatu. Namun, sampai saat ini kewenangan pengelolaan belum juga diberikan (Pemkot), jadi posisi saya tidak bisa berbuat apa?apa. Mungkin ditempat lain, Saya akan lebih tertantang.

Seberapa Penting Kewenangan Pengelolaan itu Bagi Anda Selaku Dirut PDTS KBS?

Direksi itu punya masa empat tahun. Kita membuat bisnis plan. Kita fokuskan kebutuhan satwa untuk bisa hidup layak. Disamping itu, pembenahan lembaga atau organisasi sumberdaya manusia (SDM) kita satukan agar penanganan terhadap satwa lebih fokus. Itu tugas kami di tahun pertama.

Tapi di tahun kedua kita melakukan peningkatan yang progresif. Contohnya, memenuhi perbaikan kandang. Serta pengelolaan aset non tanah. Termasuk adanya kewenangan pengelolaan terhadap dana yang ada. Hal itu penting.

Dengan adanya dana yang masuk, kesejahteraan satwa akan terpenuhi. Tahun pertama kami diberi anggaran Rp 4.71 Miliar. Tahun kedua Rp 10 miliar. Enam miliar sebagai dana cadangan. Dana itu digunakan jika omset pemasukan tiket menurun, anggaran itu bisa menutupi sementara kebutuhan manajemen.

 Nah, dari anggaran tersebut, sebanyak Rp 2.2 miliar untuk membangun kandang satwa. Tujuannya,  kesejahteraan satwa bisa terpenuhi. Namun, untuk menggunakannya harus ada kewenangan (dari Walikota/Pemkot). Karena menggunakan uang rakyat.

Kalau lampu hijau diberikan, maka kami bergerak. Namun Saya menyadari butuh proses. Tapi, ada beberapa hal yang saya sendiri tidak memahai, kenapa (proses pemberian kewenangan) pengelolaan begitu rumit.

Apakah anda kecewa?

Kalau dibilang kecewa, setengah kecewa. Tapi kita paham, karena aturan main di tingkat Instansi berbeda dengan swasta.

Ada begitu banyak proses?proses yang kadang membuat saya tidak megerti. Sehingga saya jadi bertanya?tanya, kenapa harus terjadi hal seperti ini?

Kabarnya Pengunduran Diri Anda disebut?sebut tidak Harmonis dengan Walikota, apa benar?

Tidak juga seperti itu. Menurut Saya, Bu Wali itu orangnya sangat perhatian. Terutama kepada para satwa. Beliau juga sering datang ke sini (KBS). Biasanya sebelum beraktifitas (Tugas Walikota), Bu Wali kerap datang hanya untuk mendengar suara Si Amang. Memanggil Rizki (Orang Utan Koleksi KBS), serta mengajak Saya bertemu Gonzales (satwa Gajah). Beliau sangat sayang kepada Mereka.

Jika Anda Tetap dipertahankan?

Sekali lagi saya bilang. Selama lampu itu belum hijau, kita akan sulit melangkah. Sehingga saya pun juga tidak bisa berbuat banyak. Namun, apa yang Saya dapatkan disini termasuk hubungan dengan Pemkot dan DPRD Surabaya memberikan banyak ilmu tambahan bagi Saya, untuk ditempat lain.

Informasinya Kinerja Anda (Sebagai Dirut PDTS KBS), dilirik Pengelola Kebun Binatang di Sumatera maupun Asia. Anda berminat?

Amien!, dan Terimakasih jika ada yang menilai kinerja saya selama disini. Meski ketertarikan itu sudah saya dengar, namun belum ada tindak lanjut. Saya lebih tertantang jika ditempat yang belum terbenahi namun bisa ada perubahan, karena Upaya dan Kinerja Saya.

Jika Keputusan (Persetujuan Mundur) Anda Terima, Sikap Anda?

Saya yakin keputusan (Walikota) tidak pernah salah. Mampu mengambil sikap yang bijaksana. Demi Satwa di KBS kedepannya. Saya titip Rizki dan Gonzales Yah.

Berbagai upaya pembenahan terus dilakukan Ratna. Terlebih, tantangan berat membawa arah Direksi tetap berada ditengah, di masa?masa polemik yang terjadi di tubuh KBS.

Sementara, keinginan dan upaya yang dilakukan belum sempurna. Khususnya pemberian kewenangan bagi PDTS untuk kian menata dan mensejahterakan satwa. (pul)



Berita Terkait


Jomblo, Dua Satwa KBS Akan Diberi Pasangan

KBS Menggelar Opera Van Java di Hari Terakhir Liburan Lebaran

Ini Dia Sensasi Beri Makan Buaya

Resmi Kantongi Ijin LK, KBS Segera Revitalisasi Kandang


KBS Tambah 12 Hari Kunjungan Libur Lebaran

Resmi Kantongi Ijin LK, KBS Segera Revitalisasi Kandang

PDTS KBS Resmi Kantongi Izin Lembaga Konservasi Berlaku 30 Tahun

Libur Natal dan Tahun Baru, KBS Dipadati Pengunjung
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber