Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Sumiran tengah mengerjakan kerajinan wayang kulitnya dengan telaten. foto: karyanto
Melawan Zaman, Pengrajin Wayang Kulit Berusaha Eksis
Sabtu, 29-08-2015 | 15:35 wib
Oleh : Karyanto, Aby Karuniawan
Trenggalek pojokpitu.com, Seni kerajinan wayang kulit kini mulai tergerus zaman, seiring dengan perkembangan waktu, kerajinan tersebut terus ditinggalkan karena banyak generasi muda yang lebih memilih pertunjukan hiburan modern dan meninggalkan seni wayang. Di Trenggalek, seorang kakek berusaha tetap memeliharan keberadaan perwayangan. Dengan penuh kesabaran, kakek tersebut rajin membuat wayang kulit.

Sumiran nama pengrajin wayang kulit yang biasanya di panggil Mbah Sum tersebut berada di desa Kedunglurah kecamatan Pogalan kabupaten Trenggalek. Pria tua ini menekuni kerajinan membuat barongan sejak tahun 1960 hingga sekarang. Kerajinan ini berbahan dasar kulit kambing dan sapi. Proses pembuatan wayang kulit ini berlangsung selama 7 hari. Semua wayang dibuat dengan alat manual. Proses membuat wayang ini dimulai dari menghilangkan bulu pada kulit (dalam bahasa Jawa; dikerok).

Selanjutnya kulit tersebut dibentuk sesuai dengan pesanan, kemudian di cat dan di beri aksesoris agar wayang kulit tersebut kelihatan bagus. Harga wayang kulit ini bisa mencapai Rp 1 juta, sesuai dengan jenis dan ukurannya. Selain itu, Sumiran juga membuat wayang kulit untuk hiasan dinding.

Meskipun sudah tua, mbah Sumiran tetap semangat membuat wayang kulit dengan alat manualnya, Mbah Sum berharap, masyarakat mau melestarikan kesenian wayang kulit agar tidak punah.(tur)





Berita Terkait


Melawan Zaman, Pengrajin Wayang Kulit Berusaha Eksis


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber