Berita Terbaru :
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
   

Warga Bojonegoro Temukan Obat Virus HIV AIDS
Pantura  Kamis, 08-10-2015 | 12:08 wib
Reporter : Shohibul Umam
Ilustrasi HIV AIDS east-africa.hivos.org
Bojonegoro pojokpitu.com, Berbekal suka membaca buku herbal, warga Kabupaten Bojonegoro berhasil menemukan obat untuk pengidap virus HIV AIDS. terbukti ratusan pasien, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri dapat ia sembuhkan dengan meminum ramuan herbal yang ia buat.

Bagi Riyanto (45) warga Desa Sumberarum Kecamatan Dander Bojonegoro, setiap penyakit yang di berikan Tuhan pasti juga di berikan obatnya. Berbekal membaca buku dan memadukan ramuan - ramuan herbal, seperti daun tapak lima dan dedaunan di hutan, pria beristrikan Rini Mariana tersebut menemukan obat untuk menyembuhkan orang yang terkena HIV AIDS.

Terbukti  lebih dari seratus orang dari segala penjuru, baik itu warga Indonesia, maupun luar negeri, seperti Thailand, Singapura, China, maupun India pernah memasan obat kepadanya. Dengan sisitem online dan terbukti kini mereka telah sembuh.

Untuk membuat ramuan herbal tersebut, terlebih dahulu daun yang telah dipetik, di keringkan selama dua hari. Daun tersebut kemudain di cuci hingga bersih. Proses pencucian ini dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah dedaunan tersebut bersih, kemudian kembali di keringkan selama 2 hari. setelah di pastikan kering, dedaunan tersebut lantas digiling dengan menggunakan mesin giling. Setelah dedaunan tersebut hancur, baru kemudian masuk dalam pengemasan.

"Untuk mengkonsumsi ramuan herbal tersebut, harus dengan air dengan takaran satu kemasan di padukan dengan 6 sampai 9 liter air," kata Riyanto.

Menurut Riyanto, untuk menyembuhkan pasien pengidap HIV AIDS, haruslah melakukan terapi dengan meminum obat herbalnya selama empat sampai enam bulan. Tergantung tingkat penyebaran virus mematikan tersebut. Namun, obat herbalnya yang diberi nama Sria Aji tersebut, belum diakui oleh badan perlindungan obat dan makanan. Pasalnya, ketika diujikan di Universitas Gajah Mada satu dokter penguji tidak dapat hadir dalam uji lab tersebut.

Meskipun demikian, Riyanto dengan di bantu teman- temanya tetap memberikan obat kepada para pengidap  HIV AIDS. Bagi mereka yang tidak mampu diberikan secara gratis, untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban saja. Mereka juga menjadi pendamping bagi para pengidap yang diasingkan oleh lingkungannya.

Salah satu pasien pengidap HIV AIDS yang telah disembuhkan dengan meminum ramuan herbal adalah Musripah. Setahun lebih ia terserang HIV AIDS, dan hampir saja tewas akibat virus tersebut. Ia pun sempat dirawat di RSUD Kediri untuk menjalani pemeriksaan, namun kodisi tubunya yang semakin parah. Musripah dipulangkan ke rumahnya di kecamatan Kapas Bojonegoro.

"Kini setelah terapi dan minum obat herbal, Musripah bisa terbebas dari virus mematikan tersebut," kata Musripah mantan pengidap HIV AIDS. (pul)
 



Berita Terkait

Kampanye Bahaya HIV Aids dan Aksi Perihatin Pedofil Oleh Pemuda Dengan Seni

Penderita HIV-Aids Kabupaten Bojonegoro Capai 1.160 Orang

Selama 2 Hari Razia Kafe, Menemukan 3 Purel Terindikasi HIV

Hasil Tes Razia, 2 Pemandu Lagu Madiun Terindikasi HIV
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  6 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  15 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  13 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber