Berita Terbaru :
Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
   

Warga Bojonegoro Temukan Obat Virus HIV AIDS
Pantura  Kamis, 08-10-2015 | 12:08 wib
Reporter : Shohibul Umam
Ilustrasi HIV AIDS east-africa.hivos.org
Bojonegoro pojokpitu.com, Berbekal suka membaca buku herbal, warga Kabupaten Bojonegoro berhasil menemukan obat untuk pengidap virus HIV AIDS. terbukti ratusan pasien, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri dapat ia sembuhkan dengan meminum ramuan herbal yang ia buat.

Bagi Riyanto (45) warga Desa Sumberarum Kecamatan Dander Bojonegoro, setiap penyakit yang di berikan Tuhan pasti juga di berikan obatnya. Berbekal membaca buku dan memadukan ramuan - ramuan herbal, seperti daun tapak lima dan dedaunan di hutan, pria beristrikan Rini Mariana tersebut menemukan obat untuk menyembuhkan orang yang terkena HIV AIDS.

Terbukti  lebih dari seratus orang dari segala penjuru, baik itu warga Indonesia, maupun luar negeri, seperti Thailand, Singapura, China, maupun India pernah memasan obat kepadanya. Dengan sisitem online dan terbukti kini mereka telah sembuh.

Untuk membuat ramuan herbal tersebut, terlebih dahulu daun yang telah dipetik, di keringkan selama dua hari. Daun tersebut kemudain di cuci hingga bersih. Proses pencucian ini dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah dedaunan tersebut bersih, kemudian kembali di keringkan selama 2 hari. setelah di pastikan kering, dedaunan tersebut lantas digiling dengan menggunakan mesin giling. Setelah dedaunan tersebut hancur, baru kemudian masuk dalam pengemasan.

"Untuk mengkonsumsi ramuan herbal tersebut, harus dengan air dengan takaran satu kemasan di padukan dengan 6 sampai 9 liter air," kata Riyanto.

Menurut Riyanto, untuk menyembuhkan pasien pengidap HIV AIDS, haruslah melakukan terapi dengan meminum obat herbalnya selama empat sampai enam bulan. Tergantung tingkat penyebaran virus mematikan tersebut. Namun, obat herbalnya yang diberi nama Sria Aji tersebut, belum diakui oleh badan perlindungan obat dan makanan. Pasalnya, ketika diujikan di Universitas Gajah Mada satu dokter penguji tidak dapat hadir dalam uji lab tersebut.

Meskipun demikian, Riyanto dengan di bantu teman- temanya tetap memberikan obat kepada para pengidap  HIV AIDS. Bagi mereka yang tidak mampu diberikan secara gratis, untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban saja. Mereka juga menjadi pendamping bagi para pengidap yang diasingkan oleh lingkungannya.

Salah satu pasien pengidap HIV AIDS yang telah disembuhkan dengan meminum ramuan herbal adalah Musripah. Setahun lebih ia terserang HIV AIDS, dan hampir saja tewas akibat virus tersebut. Ia pun sempat dirawat di RSUD Kediri untuk menjalani pemeriksaan, namun kodisi tubunya yang semakin parah. Musripah dipulangkan ke rumahnya di kecamatan Kapas Bojonegoro.

"Kini setelah terapi dan minum obat herbal, Musripah bisa terbebas dari virus mematikan tersebut," kata Musripah mantan pengidap HIV AIDS. (pul)
 



Berita Terkait

Kampanye Bahaya HIV Aids dan Aksi Perihatin Pedofil Oleh Pemuda Dengan Seni

Penderita HIV-Aids Kabupaten Bojonegoro Capai 1.160 Orang

Selama 2 Hari Razia Kafe, Menemukan 3 Purel Terindikasi HIV

Hasil Tes Razia, 2 Pemandu Lagu Madiun Terindikasi HIV
Berita Terpopuler
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Metropolis  6 jam

Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Opini  4 jam

Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  16 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  14 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber