Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Olah Raga 

Pra PON Tenis Meja Ruwet
Sabtu, 10-10-2015 | 00:00 wib
Oleh : Ambari Taufiq
Surabaya pojokpitu.com, Akibat dualisme kepengurusan PTMSI, skuad tenis meja Jawa Timur dilanda kebingungan jelang pra kualifikasi PON 2016. Sebabnya, ada dua even Pra PON tenis meja di dua tempat berbeda pada 18 Oktober mendatang.

Even Pra PON pertama digelar di Bandung pada 18 - 25 Oktober yang digelar pengurus besar PB Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Undangan Pra PON versi PB PTMSI  ini ditandatangani Sekjen Anton Suseno. Diperkuat surat penegasan dari KONI Pusat yang diteken Ketua Umum, Tono Suratman.         

Selain Pra PON versi PB PTMSI, Juga muncul  undangan Pra PON dari Pengurus Pusat (PP) PTMSI  yang ditandatangani Ketua Umum Ugroseno. Even Pra PON versi PBPTMSI  ini digelar bersamaan pada 19 - 26 Oktober di Bali.  

Rencananya, lanjut Umam, dalam waktu dekat ini tim Puslatda Jatim akan menghadap ke KONI Jatim sebelum mengambil keputusan tampil di Pra PON, "Kami minta petunjuk KONI Jatim dulu. Kami tidak bisa mengambil langkah sendiri, karena evennya bersamaan, " ucapnya.

Kisruh Pra PON tenis meja ini muncul lantaran dualisme kepengurusan PTMSI yang sudah dua tahun berjalan. Terakhir PB PTMSI di bawah Ketua Umum Ugroseno dimenangkan dalam putusan PTUN maupun MA. Namun KONI Pusat masih mengakui kepengurusan PB PTMSI di bawah Ketua Umum Marzuki Ali, meski sudah dikabarkan sudah mundur secara lisan.   

Sementara skuad tenis meja Jatim sendiri sudah siap tampil di Pra PON versi manapun, "Ikut yang manapun kita sudah siap. Sebenarnya kami tidak ingin kondisi seperti ini. Akibat konflik di pusat, daerah bisa ikut kena imbasnya. Kami tidak ingin salah dalam mengambil langkah, tergantung KONI Jatim saja, " ujarnya. (end)


Berita Terkait


Pra PON Tenis Meja Ruwet

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber