Berita Terbaru :
DPP Bisa Langsung Daftarkan Calon Yang Diusung
New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Polsek Sukolilo Tangkap 1 DPO Pengeroyokan di Medokan, 2 DPO Masih Buron
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Beras Mahal, Lansia Miskin Terpaksa Konsumsi Nasi Karak
Mataraman  Rabu, 25-02-2015 | 11:50 wib
Reporter : Budi Setyono
Karena kemiskinan, keluarga Sadirah warga Desa Kedung Putri Ngawi terpaksa makan nasi aking atau nasi karak. Keluarga itu tidak mampu beli beras yang semakin mahal hingga Rp 15 ribu perkilogramnya. Foto/gambar: Budi Setyono
Ngawi pojokpitu.com, Dampak kenaikan harga beras dipasaran yang tembus hingga Rp 15 ribu perkilogram, membuat pasangan lansia miskin di Kabupaten Ngawi terpaksa mengkonsumsi nasi karak atau nasi aking.


Pasangan lansia, Sadirah dan Somo Dimun warga Dusun Keraja Desa  Kedungputri Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi hidup dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Pasangan lansia miskin tersebut mengeluhkn semenjak kenaikan harga beras yang tembus hingga Rp 15 ribu perkilogram, terpaksa harus  betahan hidup dengan mengkonsumsi makanan yang berasal dari nasi karak atau nasi aking.

Lansia yang tinggal berdua disebuah gubuk berdidinding bambu dengan kondisi yang tak layak huni ini, sering sakit-sakitan. Keduanya sudah tak mampu bekerja sebagai buruh tani lagi. Suaminya Somo Dimun semenjak mengalami kebutaan lima tahun terakhir hanya bisa duduk. 

Di usianya yang sangat senja selain kegelisahan memikirkan apa yang bisa dimasak, perempuan yang hanya mengandalkan hidupnya dari buruh tani ini hanya bisa pasrah. Bahkan tak jarang jika kondisi Sadirah sehat, dan petani didesanya sedang panen, Sadirah  menjadi pengais sisa padi di sawah.

Menurutnya, sudah tiga hari tak mampu untuk membeli beras ini, terpaksa memasak karak. Perjuangan Sadirah  belum berhenti sampai di situ. Setelah karak didapatkan dari warung terdekat, ia harus membersihkan karak itu kemudian dimasak hingga satu jam lebih. Untuk lauknya hanya mampu membeli kerupuk dan lalapnya cukup memetik daun singkong disekitar pekarangan.

"Di usianya yang sudah senja, tak banyak angan-angan. Hanya menginginkan harga beras segera bisa dibeli lagi,  dan tak memakan nasi karak," kata Sadirah warga Kedung Putri. (pul)



Berita Terkait

Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT

Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas

Datangi E-Warung Dinsos dan Supplier Bawakan Beras Pengganti

Pemdes Purworejo Sesalkan KPM Jadi Korban Penyaluran BPNT
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  8 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  7 jam

Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Mema...selanjutnya
Life Style  6 jam

New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber