Berita Terbaru :
Warga Protes Dugaan Penggelapan Uang Iuran Makam
Seorang Pelajar Ditangkap Usai Beli Narkoba
Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif
Jalani Perawatan di Rumah Sakit PDP, Seorang Pegawai Kemenag Kota Mojokerto Meninggal Dunia
Suami Jual Isteri Untuk Layanan Seks Threesome Bertarif Rp 2 Juta
Pemkot Surabaya Dapat Bantuan APD dan Bilik Aseptik Dari Ubaya
Hadang Penyebaran Covid-19 di Perbatasan, Petugas Screening Pengendara
Akibat Virus Corona, PMI Jember Kekurangan Stok Darah
Sidang Kasus Aset Pemkot Malang Digelar Melalui Online
RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ
Remisi Corona, 26 Narapidana Lapas Mojokerto Bebas Bersyarat
DAMRI Batasi Operasional Bus Cegah Penyebaran Virus
Antisipasi Virus Corona, 49 Narapidana Pulang Bebas Lebih Cepat
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
   

Musim Kemarau Puluhan Sumber Air di Jombang Mati dan Kering
Mataraman  Senin, 26-10-2015 | 16:29 wib
Reporter : saiful mualimin
murid madrasah aliyah bersama guru melakukan surveysaiful mualimain
Jombang pojokpitu.com, Musim kemarau panjang memantik keprihatinan sejumlah siswa di Jombang, mereka melakukan penelitian puluhan sumber mata air di lereng Gunung anjasmoro,Jombang, yang mati dan kritis, dari 142 sumber mata air, ada sekitar 70 sumber mata air yang sudah kritis dan 40 diantaranya telah mati saat kemarau panjang ini,

Sejumlah siswa harus menempuh jalur hutan untuk bisa menemukan sumber mata air, siswa Madrasah Aliyah Faser, desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang ini menuju sumber mata air yang ada di Hutan Wonosalam.

Mereka melakukan sebuah penelitian terhadap debit air, di saat musim kemarau panjang saat ini, sebelum melakukan penelitian, para siswa mendapatkan arahan dari pembina mereka terkait prosedur melakukan penelitian terhadap debit mata air, hanya bermodal sebuah pipa paralon, dan tempat untuk penelitian secara manual.

Para siswa berbagi tugas, ada yang bertugas mengambil air dalam sebuah wadah , ada juga yang bertugas sebagai penghitung waktu, dan ada juga yang mencatat debita air per liter.

Ian Yantika Murti,salah satu siswa mengatakan usai melakukan uji coba sebanyak 5 kali, hasilnya kemudian dihitung, dari hasil tersebut, siswa menyimpulkan bahwa mata air yang ada di Hutan Wonosalam ini, sudah turun drastis dari ukuran normalnya,

Amirudin Muttaqin,Guru pembina data yang telah dikumpulkan  dari 142 sumber mata air, ada sekitar 70 sumber mata air yang sudah kritis dan 40 diantaranya telah mati saat kemarau panjang ini,Bila hal ini terus terjadi, hal tersebut akan sangat mengkhawatirkan,karena sumber mata air di hutan ini, merupakan sumber mata air yang digunakan oleh masyarakat,Seain melakukan penelitian, para siswa juga melakukan tanam pohon di daerah tangkapan air, diharapkan tanaman mampu membuat sumber mata air baru saat sudah besar nanti. (mba/**)
 

Berita Terkait

Warga Protes Dugaan Penggelapan Uang Iuran Makam

Seorang Pelajar Ditangkap Usai Beli Narkoba

Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif

Jalani Perawatan di Rumah Sakit PDP, Seorang Pegawai Kemenag Kota Mojokerto Meninggal Dunia
Berita Terpopuler
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  6 jam

5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  10 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber