Berita Terbaru :
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
Antisipasi Aksi Borong Waspada Covid 19, Petugas Operasi Pasar
Mengaku Rugi Rp 2,3 Miliar, Arema Fc Akan Berlatih 1 Juni
Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Terhambat Status Keadaan Darurat, DPRD Tunda Sidang Pembahasan LPKJ
Hadang Penyebaran Covid 19 Warga Berlakukan Satu Pintu Masuk
Pandemi Covid-19, Gebyar Labuhan Sarangan Ditiadakan
Info Terbaru, Indonesia Datangkan 20 Alat PCR Dari Swiss
Penipuan Masker Melalui Online Senilai Rp 250 Juta, Begini Modusnya
Gubernur Berharap Wabah Covid 19 Segera Berakhir
Begini Pengakuan Pasien Sembuh Corona, Resepnya Makan Banyak
Tentang Meningitis, Penyakit yang Membuat Glenn Fredly Meninggal
Tuhan, Jagain Mas Glenn ya, Aku Sayang Banget Sama Dia
KAI Daop 7 Wajibkan Penumpang Gunakan Masker
Dishub Pamekasan Cek Penumpang Kendaraan Pribadi di Terminal Barang
   

Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Warga Terisolir
Pantura  Sabtu, 27-02-2016 | 23:30 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Sebuah jembatan penghubung antar dusun di Kabupaten Tuban, ambruk setelah diterjang banjir bandang. Akibatnya, 200 kepala keluarga terisolir. Untuk beraktifitas keluar, mereka terpaksa harus mencari jalan alternatif dengan jarak tempuh lebih dari 4 kilometer.

Kondisi Jembatan Watu Bulus di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban rusak parah. Akses penghubung antara Dusun Watu Bulus dan Lohgawe  ini ambruk rata dengan tanah, setelah diterjang banjir bandang, yang terjadi dini hari tadi.

Jembatan yang dibangun sejak tahun 2000 ini sebenarnya masih dalam kondisi cukup bagus. Namun bagian pondasi tiang penyangga mengalami keropos, karena berulang kali terkikis derasnya banjir bandang dari perbukitan kapur. Beruntung tidak ada kendaraan melintas, saat jembatan tiba-tiba ambruk.

Fungsinya yang sangat penting membuat warga dan perangkat desa langsung bergotong royong melakukan perbaikan. Diharapkan, jembatan bisa segera rampung, karena keberadaannya menjadi jalan utama warga beraktifitas keluar, seperti sekolah, bekerja, dan berbelanja ke pasar. Sementara ini, warga terpaksa harus menjari jalan alternatif dengan memutar sejauh 4 kilometer.

Banjir bandang diketahui juga menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Di antaranya jembatan di Desa Sawahan dan aspal jalan sepanjang jalur Provinsi Tuban-Bojonegoro. Bahkan jembatan Desa Sawahan terpaksa harus ditutup bagi kendaraan besar, karena kondisinya sudah parah dan rawan ambruk.

Kecamatan Rengel merupakan salah satu wilayah yang rutin diterjang banjir bandang. Hampir setiap hujan deras turun dengan intensitas dua jam lebih, dipastikan terjadi banjir bandang dari perbukitan kapur sekitar.(end)

Berita Terkait

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan

Banjir Akibat Tanggul Sungai Tak Memadai

Lagi, Ponorogo Diterjang Banjir Saat Malam Hari
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  1 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  14 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber