Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Untuk membuat gitar ukir harus melampaui proses antara 1 hingga 6 bulan. Foto Anwar
Gitar Ukir Asal Malang Ini Tembus Pasar Internasional
Rabu, 27-04-2016 | 14:43 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Seni ukir telah menjadi ciri khas budaya Indonesia. Namun bagaimana jadinya bila gitar menjadi objek ukiran. Seorang perajin gitar Dariatmo, (48), seorang musisi asal Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, yang berhasil membuat gitar listrik berkualitas ekspor.

Awalnya, pada tahun 1983, Dariatmo merintis kerajinan membuat gitar dengan cara memperbaiki gitar rusak milik temannya. Namun lucunya, saat itu suara gitar justru fals dan tidak enak didengar.

Dariatmo tak menyerah begitu saja. Berkat ketekunannya serta pengalaman dan kerja kerasnya, akhirnya pada tahun 1986, ia mampu membuka usaha pembuatan gitar buatan tangan, hand made, yang diberi merek, Darieos Java Ind Gitar.  Kini setelah 39 tahun berkarya, Dariatmo dan dibantu 8 karyawan, mampu memproduksi sekitar 30 gitar listrik setiap bulan, dengan berbagai model sesuai pesanan.

Sejak satu tahun ini, ia memiliki model gitar listrik baru yakni gitar listrik ukir. Gitar listrik ukir ini mempunyai standar kualitas yang sama, dengan gitar umumnya, namun perbedaan yang mencolok terdapat di body atau tabung.

Bahkan, 80 persen body gitar listrik ini, dihiasi ukiran khas jawa, dengan motif aneka ragam, seperti tokoh pewayangan, bunga, tengkorak, atau tokoh-tokoh terkenal. Proses ukiran tangan yang mencapai 2 bulan, membuat harga sebuah gitar ukir kualitas ekspor ini, bisa mencapai 75 juta rupiah. "Gitar ukir paling murah seharga Rp 45 juta," kata Dariatmo.

Perajin ini mengaku mendapatkan inspirasi gitar ukir, dari gitaris papan atas Indonesia, seperti Dewa Bujana saat manggung. Saat itu, Dewa Bujana menggunakan gitar ukir merk Parker, namun buatan Amerika.

Selain berkualitas, pemakai gitar ukir juga mampu meningkatkan kepercayaan diri. Pasalnya, menggunakan gitar ukir bisa menjadi ciri khas sendiri seorang gitaris di atas panggung.

Namun saat ini Dariatmo mengaku kesulitan untuk memperbanyak produksi gitar ukir dan gitar standar buatannya. Karena pemerintah melalui dinas terkait, tidak pernah memberikan jalan ekspor, atau bantuan modal.

Untuk membuat gitar ukir harus melampaui proses antara 1 hingga 6 bulan. Aawalnya, dipilih kayu ekspor berkualitas atau kayu lokal seperti kayu mahoni, mindi, mepel dan sono sebagai bahan dasar tabung gitar. Usai digambar, kayu kemudian dibentuk dan diukir dengan peralatan pahat. Tabung gitar setengah jadi, lalu di beri lubang diafragma dan lubang perangkat listrik.

Untuk membuat stang gitar, atau neck, harus dipilih bahan dasar dari kayu ekspor, kayu mapel, dan usai di ukur, kayu kemudian dipotong dan diberi kelengkapan spare part. Hasilnya, gitar listrik ukir bersuara rock ini, dapat anda dapatkan dengan harga mulai Rp 9 juta. Sementara untuk gitar listrik standar, dapat dibeli mulai Rp 800 ribu.

Sementara itu Chevril salah satu konsumennya mengatakan, bahwa membeli produk gitar dari Dariatmo untuk dijual kembali. Dirinya juga sering menyervice gitar, dan rata-rata pemakai gitar kalangan atas. 

Kini, gitar listrik Dariatmo telah mampu mengalun di berbagai penjuru nusantara, dan berbagai negara, seperti Belanda, Italia, Prancis, Spayol, Australia, Thailand dan Filipina.

Bahkan beberapa pentolan grup musik terkenal tanah air juga menggunakan gitar buatannya. Seperti Kotak dan gitaris Bomerang, adalah salahsatu dari puluhan band Indonesia, yang menggunakan gitar buatan Dariatmo. (pul)



Berita Terkait


Gitar Ukir Asal Malang Ini Tembus Pasar Internasional

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber