Berita Terbaru :
Menpora Usulkan Surabaya Jadi Lokasi Opening Ceremony Piala Dunia U-20
Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun
Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan
Meski Gagal Maju, Relawan Tetap Loyal Dengan Kang Yudi
Klaster Ponpes Meningkat, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan
Harga Jual Ketela Anjlok, Petani Olah Jadi Gaplek
Pengembangan Telaga Wahyu Terkendala Lahan
Kampaye Terbuka Akan Bisa Menimbulkan Klaster Baru
Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
   

Mantan TKI Ponorogo yang Sukses Jadi Pengusaha Batako
Sosok  Sabtu, 28-05-2016 | 16:34 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Latar belakang ekonomi serta ingin mencari modal usaha sering kali menjadi alasan para buruh Indonesia merantau hingga ke luar negeri. Namun hanya sedikit para mantan buruh migran yang akhirnya berhasil membangun usaha di negeri sendiri, setelah pulang dari luar negeri.

Berbeda halnya dengan Djaki  (39) bapak dua anak warga Desa Jambon Kecamatan Jambon , Ponorogo ini. Djaki adalah salah satu mantan tenaga buruh luar negeri yang kini mempunyai usaha yang cukup besar. Sebuah toko material dan peralatan bangunan ini ia bangun, usai mendapat modal dari jerih payahnya selama tiga tahun bekerja di Taiwan.
 
Karirnya sebagai pengusaha ini, ia mulai sejak tahun 2000 lalu. Saat itu Djaki masih sebagai pria bujang, namun telah mempunyai tekad memiliki usaha mandiri. Djaki berkisah, tidaklah mudah mempertahankan cita-citanya ini.
 
Gaya hidup sebagai seorang pria lajang sering kali nyaris membuatnya lupa akan tujuannya bekerja di luar negeri, yaitu mencari modal untuk membuka usaha. Terlebih lagi saat berada di perantauan, banyak godaan yang bisa mengancam pendirian dan cita-citanya. Namun berkat keuletan dan tekad ingin mandiri, akhirnya Djaki bisa mempertahankan cita-citanya .
 
Selain memiliki toko bahan bangunan ini, Djaki yang kini memiliki sembilan karyawan juga membuka usaha percetakan batako, paving, dan bisbeton. Rata-rata setiap hari mampu memproduksi antara 400 hingga 500 batako , 900 paving , dan 50 bisbeton . Meski harus dimulai dari nol, namun saat ini Djaki bangga bisa membuka lapangan kerja untuk warga sekitar rumahnya.(end)

Berita Terkait

Mantan TKI Ponorogo yang Sukses Jadi Pengusaha Batako
Berita Terpopuler
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
Peristiwa  12 jam

Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Pendidikan  11 jam

Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Rehat  9 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber