Berita Terbaru :
JPPI Sebut Penghapusan Mapel Bukti Nadiem Tidak Paham Sejarah
Menpora Usulkan Surabaya Jadi Lokasi Opening Ceremony Piala Dunia U-20
Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun
Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan
Meski Gagal Maju, Relawan Tetap Loyal Dengan Kang Yudi
Klaster Ponpes Meningkat, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan
Harga Jual Ketela Anjlok, Petani Olah Jadi Gaplek
Pengembangan Telaga Wahyu Terkendala Lahan
Kampaye Terbuka Akan Bisa Menimbulkan Klaster Baru
Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
   

Patut Dicontoh, Tempuh 15 Km Jalan Kaki, Penjual Bambu Ini Tetap Berpuasa
Sosok  Jum'at, 17-06-2016 | 13:44 wib
Reporter : Syaiful Anwar
Musahli (35), warga Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, setiap hari berjalan kaki dengan menempuh jarak 15 kilometer sambil mendorong bambu namun masih tetap berpuasa. Foto Anwar
Sumenep pojokpitu.com, Seorang penjual bambu di Kabupaten Sumenep patut ditauladani, sebab meski setiap harinya harus berjalan kaki mendorong bambu menempuh jarak sekitar 15 kilometer, namun tetap menjalankan ibadah puasa.

Adalah Musahli (35),  seorang penjual bambu, warga Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Setiap harinya berjalan kaki dengan menempuh jarak sekitar 15 kilometer lebih, mendorong bambu dari rumahnya menuju Kecamatan Kalianget, hanya untuk menjual bambu-bambunya.

Aktivitas berjualan bambu ini sudah dilakoni 3 tahun lebih. Perjuangannya semakin berat saat bulan ramadhan. Sebab sambil puasa harus mendorong bambu dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Namun bagi Musahli, tidak pantang menyerah dan tetap menjalankan ibadah puasa, meski letih dan dahaga menyelimutinya.

"Bambu ini dari Desa Tenonan dengan harga Rp 5 ribu per batang, dan dijual di Pelabuhan Kalianget dengan harga Rp 15 ribu per batang," kata Musahli.

Dalam sekali jalan, Musahli hanya mampu membawa 12 batang bambu. Jika lebih, ia tidak akan mampu mendorongnya. Sebab medannya sangat jauh, dan harus beberapa kali berhenti untuk istirahat.

Kisah penjual bambu bernama Musahli ini, bisa menjadi kisah inspirasi di bulan suci ramadhan. Bahwa apapun usaha harus dijalani dengan sabar dan sungguh-sungguh, karena rejeki sudah ada yang mengaturnya. (pul)

Berita Terkait

Patut Dicontoh, Tempuh 15 Km Jalan Kaki, Penjual Bambu Ini Tetap Berpuasa
Berita Terpopuler
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
Peristiwa  13 jam

Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Pendidikan  12 jam

Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Rehat  9 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber