Berita Terbaru :
Hari Terakhir PSBB Tahap 2, Positif Covid 19 Jatim Bertambah 233 Orang
Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Jalanan Sepi, Pedagang Oleh - Oleh Merugi
Polisi Periksa Kendaraan Arus Balik di Exit Tol Nganjuk
Dampak Covid, Penjual Oleh - Oleh Khas Gresik Sepi Pembeli
Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampung
Kedapatan Akan Mudik, Satu Keluarga Asal Sidoarjo Diminta Putar Balik
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
   

Sujiman Pengerajin Wayang Kulit di Tengah Modernisasi
Sosok  Sabtu, 21-03-2015 | 14:01 wib
Reporter : Imam Mabrurin
Sujiman perajin wayang kulit asal Desa Ngulanan Kecamatan Dander Bojonegoro. Foto: Imam
Bojonegoro pojokpitu.com, Seorang penegrajin wayang kulit di Bojonegoro yang telah 68 tahun menekuni pekerjaan sebagai perajin wayang kulit. Hingga sekarang, ia masih eksis memproduksi wayang, walau pun usianya tak lagi muda.

Sujiman (85th) salah satu perajin wayang kulit asal Desa Ngulanan Kecamatan Dander Bojonegoro. Ia mengaku menekuni pekerjaan tanpa belajar, dan berawal dari sebuah mimpi. Dirinya ditemui sosok putri yang menuntunya membuat wayang dari kulit.

Selain membuat wayang kulit, Sujiman  juga membuat wayang berbahan dasar kertas. Perbedaanya, wayang kulit buatanya biasa di beli para dalang untuk digunakan sebagai pertunjukan wayang kulit, sementara itu wayang kertas biasanya hanya untuk pajangan rumah.

Sujiman membandrol hasil karyanya dengan harga Rp 1 juta per wayang dengan bahan baku kulit sapi asli, sedangkann wayang yang berbahan baku kertas, harganya Rp 750 ribu, tergantung dengan tokoh yang dipesan.

Sujiman mengaku saat ini ia sangat mengeluh bahan baku kulit yang sangat mahal. Selain itu penjualan yang semakin minim terhadap hasil karyanya.

"Hanya orang-orang tertentu yang mau membeli wayang, dan jauh berbeda dengan dulu yang sanggup membuat 10 wayang per bulannya. Tapi kini hanya membuat wayang jika ada pesanan saja," kata Sujiman. (pul)



Berita Terkait

Mahasiswa Ajari Siswa SD Bikin Wayang Botol

Unik, Pasutri Tekuni Menjahit Kostum Wayang Potehi

Permintaan Pentas Wayang Potehi Meningkat Saat Menjelang Imlek

Wayang Cangkem, Kesenian Lokal Yang Hampir Punah
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  14 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  9 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  12 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber