Berita Terbaru :
DPP Bisa Langsung Daftarkan Calon Yang Diusung
New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Polsek Sukolilo Tangkap 1 DPO Pengeroyokan di Medokan, 2 DPO Masih Buron
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Polrestabes Bongkar Praktek Mafia Tanah
Metropolis  Minggu, 16-10-2016 | 19:28 wib
Reporter : Arip Purwanto
Surabaya pojokpitu.com, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya menangkap seorang mafia tanah di Surabaya. Modusnya, tersangka menjual tanah dengan modal surat petok D yang digelapkannya. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah.

Polrestabes Surabaya mengamankan Muhammad  Ihsan (65) warga Jalan Medokan Ayu Kecamatan Rungkut  Surabaya. petani tambak ini, diamankan karena menjadi mafia tanah di kawasan Gunung Anyar, Surabaya.

Modusnya, pada tahun 1990 tersangka dan pelapor Adhy Suharmadji yang masing-masing merupakan Komisaris dan Direktur PT Restabun Karya membeli tanah petok D, seluas 15.460 meter persegi atas nama Nurchasan Ansori di wilayah Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya.

Tanah tersebut dijual oleh PT Restabun Karya ke para nasabah dalam bentuk kavlingan  dan untuk mempermudah proses pemecahan surat , tersangka dan pelapor menitipkan surat petok D itu ke kantor kelurahan setempat. 

Namun, pada tahun 1996 tersangka meminjam surat petok D itu dari kantor kelurahan untuk kepentingannya,  tanpa memberitahu pelapor.
Tanah seluas 15.460 meter persegi itu telah terjual dalam bentuk kavlingan, dan masing-masing kavling telah bersertifikat  hak milik atas nama para nasabah. Bermodalkan surat petok D yang digelapkan itu, tersangka menjual lagi tanah seharga Rp 20 hingga 30 miliar rupiah tersebut, ke seseorang berinisial BM.

BM tidak langsung melunasi, tapi memberi uang muka sebagai tanda jadi kepada tersangka sebesar Rp 1 miliar. Atas perbuatannya, pelapor telah memberikan somasi kepada tersangka untuk mengembalikan surat petok D yang telah dikuasainya, namun tersangka tidak mengindahkannya hingga dilaporkan ke polisi dan ditangkap di rumahnya.

Dalam pemeriksaan, tersangka yang berprofesi sebagai petani tambak dan makelar tanah ini mengaku, seluruh uang sudah dihabiskan, dibagikan kepada anak-anaknya termasuk membeli mobil.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 372 kuhp tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman hukuman pidana penjara empat tahun. Demikian disampaikan AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim. (end)

Berita Terkait

Korban Pemalsuan Dokumen Tanah, Ngadu ke Polda Jatim

Kapolres-BPN Malang Teken MOU Bentuk Satgas Mafia Tanah

Timsus Anti Mafia Tanah Polda Jatim Selidiki Kasus Ibu Digugat Anak Kandung

Polrestabes Bongkar Praktek Mafia Tanah
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  8 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  7 jam

Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Mema...selanjutnya
Life Style  6 jam

New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber