Berita Terbaru :
Kapolda Jatim Pastikan Bantuan Covid-19 Tersampaikan
Polisi Grebeg Pengedar Pil Setan Saat Edarkan Kepada Pemuda Desa
Menkes RI Memuji Perjuangan Surabaya Melawan Covid-19
Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19
Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
   

Polrestabes Bongkar Praktek Mafia Tanah
Metropolis  Minggu, 16-10-2016 | 19:28 wib
Reporter : Arip Purwanto
Surabaya pojokpitu.com, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya menangkap seorang mafia tanah di Surabaya. Modusnya, tersangka menjual tanah dengan modal surat petok D yang digelapkannya. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah.

Polrestabes Surabaya mengamankan Muhammad  Ihsan (65) warga Jalan Medokan Ayu Kecamatan Rungkut  Surabaya. petani tambak ini, diamankan karena menjadi mafia tanah di kawasan Gunung Anyar, Surabaya.

Modusnya, pada tahun 1990 tersangka dan pelapor Adhy Suharmadji yang masing-masing merupakan Komisaris dan Direktur PT Restabun Karya membeli tanah petok D, seluas 15.460 meter persegi atas nama Nurchasan Ansori di wilayah Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya.

Tanah tersebut dijual oleh PT Restabun Karya ke para nasabah dalam bentuk kavlingan  dan untuk mempermudah proses pemecahan surat , tersangka dan pelapor menitipkan surat petok D itu ke kantor kelurahan setempat. 

Namun, pada tahun 1996 tersangka meminjam surat petok D itu dari kantor kelurahan untuk kepentingannya,  tanpa memberitahu pelapor.
Tanah seluas 15.460 meter persegi itu telah terjual dalam bentuk kavlingan, dan masing-masing kavling telah bersertifikat  hak milik atas nama para nasabah. Bermodalkan surat petok D yang digelapkan itu, tersangka menjual lagi tanah seharga Rp 20 hingga 30 miliar rupiah tersebut, ke seseorang berinisial BM.

BM tidak langsung melunasi, tapi memberi uang muka sebagai tanda jadi kepada tersangka sebesar Rp 1 miliar. Atas perbuatannya, pelapor telah memberikan somasi kepada tersangka untuk mengembalikan surat petok D yang telah dikuasainya, namun tersangka tidak mengindahkannya hingga dilaporkan ke polisi dan ditangkap di rumahnya.

Dalam pemeriksaan, tersangka yang berprofesi sebagai petani tambak dan makelar tanah ini mengaku, seluruh uang sudah dihabiskan, dibagikan kepada anak-anaknya termasuk membeli mobil.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 372 kuhp tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman hukuman pidana penjara empat tahun. Demikian disampaikan AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim. (end)

Berita Terkait

Korban Pemalsuan Dokumen Tanah, Ngadu ke Polda Jatim

Kapolres-BPN Malang Teken MOU Bentuk Satgas Mafia Tanah

Timsus Anti Mafia Tanah Polda Jatim Selidiki Kasus Ibu Digugat Anak Kandung

Polrestabes Bongkar Praktek Mafia Tanah
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  10 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  7 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  7 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber