Berita Terbaru :
Warga Protes Dugaan Penggelapan Uang Iuran Makam
Seorang Pelajar Ditangkap Usai Beli Narkoba
Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif
Jalani Perawatan di Rumah Sakit PDP, Seorang Pegawai Kemenag Kota Mojokerto Meninggal Dunia
Suami Jual Isteri Untuk Layanan Seks Threesome Bertarif Rp 2 Juta
Pemkot Surabaya Dapat Bantuan APD dan Bilik Aseptik Dari Ubaya
Hadang Penyebaran Covid-19 di Perbatasan, Petugas Screening Pengendara
Akibat Virus Corona, PMI Jember Kekurangan Stok Darah
Sidang Kasus Aset Pemkot Malang Digelar Melalui Online
RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ
Remisi Corona, 26 Narapidana Lapas Mojokerto Bebas Bersyarat
DAMRI Batasi Operasional Bus Cegah Penyebaran Virus
Antisipasi Virus Corona, 49 Narapidana Pulang Bebas Lebih Cepat
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
   

Persebaya Berpeluang Jadi Voter pada Kongres PSSI
Sepak Bola  Rabu, 19-10-2016 | 08:03 wib
Reporter :
Bonek, suporter Persebaya. Foto: dok.JPNN.com
Surabaya pojokpitu.com, Peluang Persebaya untuk menjadi voter secara langsung dalam Kongres pemilihan ketua umum PSSI 10 November 2016 terbuka lebar.

Tidak hanya hanya sekadar menjadi peninjau sebagaimana keputusan PSSI sebelumnya. 

"Persebaya bisa menjadi contoh, bahwa mereka salah satu klub yang cukup idealis dengan perjuangannya," ujar Akmal Marhali, Koordinator Our Soccer (SOS). 

Sebagaimana diketahui, Persebaya menjadi salah satu klub yang cukup sukses merapikan dualisme yang mereka alami sejak 2011 silam. 

Kini Persebaya yang sesungguhnya tengah menyiapkan tim untuk mengikuti musim kompetisi 2017 mendatang.

Beruntung, karena perjuangan Persebaya didukung penuh Bonek, suporter setia mereka. 

Sementara itu, sejumlah klub yang kini sudah menjalani akuisisi diharapkan Akmal untuk mengembalikan statusnya terlebih dulu. Minimal dari hak suara saat kongres nanti.

"Masalahnya PSSI ini gak punya pakem untuk memandu proses itu," sebutnya. 

Akmal menjelaskan bahwa sejatinya akuisisi itu selama ini memang hanya berkaitan dengan masalah pengelolaan klub. 

Lantas, untuk masalah pergantian nama, homebase atau bahkan badan hukum, diakui Akmal jelas menyalahi regulasi statuta FIFA.

"Kalaupun mau rebranding itu urusan lain, kan ada prosesnya, dan itu butuh waktu lama," bebernya. (nap/sam/jpnn/mud)

Berita Terkait

Persebaya Liburkan Pemain Hingga Satu Minggu

Candra Wahyudi Berharap Program Latihan Persebaya Tidak Berubah

Alwi dan Syaifudin Masih Cidera, Pelatih Aji Bingung Pemain

Melawan Persipura, Aji Siap Menjaga Gengsi
Berita Terpopuler
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  5 jam

5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  10 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber