Berita Terbaru :
Libur Panjang, Polisi Sweeping Kendaraan di Batas Kota Antisipasi Penyebaran Covid
Pemulihan Ekonomi Dari Covid 19, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Libur Panjang, Pelayanan Rapid Tes di Stasiun Meningkat
Daop 7 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api Selama Libur Panjang
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
   

Calon Kepala Daerah Diminta Buat Program Perlindungan Anak
Metropolis  Senin, 12-12-2016 | 18:50 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada calon kepala daerah yang maju pilkada maupun partai politik di Indonesia untuk membuat program perlindungan anak di Indonesia.

"KPAI sangat mendukung dan menyambut baik apabila parpol dan calon Kepala daerah membela hak anak Indonesia dari kekerasan, karena anak merupakan generasi penerus perjuangan bangsa Indonesia," ujar Ketua Bidang Sosialisasi KPAI, Erlinda saat ditemui usai sosialisasi seminar pendidikan melindungi anak dari tindak kekerasan yang diselenggarakan oleh Sahabat Perlindungan Anak Indonesia (SAPA) di kantor DPD Partai Golkar Jatim.

Dikatakannya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat ini mencatat ada 1000 kasus kekerasan pada anak dalam kurun waktu selama tahun 2016. Jumlah tersebut didapat dari laporan yang masuk di KPAI. "Jumlahnya bisa meningkat karena ada yang laporan di Polri dan jajarannya," ungkapnya.

Lebih lanjut,  di antara 1000 kasus tersebut, ada 136 kasus kekerasan terhadap anak melalui medsos. "Tren perkembangan teknologi yang membuat medsos menjadi salah satu alat untuk kekerasan terhadap anak. Misalnya bully dan sejenisnya,"ujarnya.

Presiden SAPA Indonesia, Lita Aziz Syamsudin, mengimbau anggota SAPA di Indonesia agar tetap terus melakukan sosialisasi tentang program perlindungan anak dari perilaku kekerasan hingga tingkat desa.

"Langkah kami yang dilakukan saat ini, yaitu penyuluhan atau memberikan penjelasan kepada masyarakat baik melalui puskesmas atau posyandu, ibu PAUD. SAPA Indonesia juga telah memberikan pendampingan. Aksi ini dilakukan terhadap anak yang tertimpa perilaku kekerasan. Kami siap mengantar dan melaporkan ke polisi dan RT," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Umum IIPG Pusat, Deisti Astriani Novanto mengatakan, untuk sementara SAPA akan bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dan guru PAUD untuk mensosialisasikan tentang kekerasan anak. Namun SAPA juga bisa menyediakan advokasi bagi mereka yang terkena kekerasan. 

"Untuk saat ini kami baru bekerjasama dengan PKK dan PAUD lewat posko Posyandu. Tapi tak menutup kemungkinan kita akan membuka semacam posko berikut akan diberikan advokasi," lanjut istri ketua umum Partai Golkar, Setya Novanto ini.(end)





Berita Terkait

PNS Harus Mundur Bila Maju Kepala Daerah

Calon Kepala Daerah Diminta Buat Program Perlindungan Anak

PDIP Keluarkan 6 Rekom Calon Kepala Daerah di Jatim
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  12 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  10 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  10 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  23 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber