Berita Terbaru :
Angka Covid-19 Di Tuban Melandai, Angka Sembuh Tinggi
Awal Musim Penghujan, Fokus Kerawanan Bencana Angin Puting Beliung dan Banjir
Kreasi Pandemi Bonsai Kelapa Media Air
Pameran Hasil Karya SMA Double Track
Bupati Lumajang Konsolidasi Pemenangan Pasangan Ladub
Usaha Ditengah Pandemi, Pengerajin Aquarium Mini Unik Tembus Pasar Internasional
Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
   

Kirab Budaya Khas Ponorogo , Ekstrim dan Mulai Punah
Peristiwa  Sabtu, 31-12-2016 | 22:30 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Beragam cara dilakukan untuk melestarikan kebudayaan khas. Di Kabupten Ponorogo, digelar kirab budaya ekstrim khas Ponorogo yang mulai punah. Meski mengerikan karena berbahaya, namun banyak disukai.

Ini adalah aksi membahayakan yang bisa menyebabkan cidera. Memegang petasan berdiameter 10 centi dan diledakkan. Jika diletakkan di dalam ruangan, akan menghancurkan bangunan. Ada juga aksi ditindih batu diberi peledak dan diledakkan. Namun peserta tetap sehat dan selamat.
 
Aksi ekstrim ini digelar oleh kelompok silat Pagar Nusa Ponorogo. Selain seni pencak silat, juga ditampilkan kesenian Kebo Danu, Jaranan Thik dan Dongkrek. Ini adalah kesenian langka yang nyaris punah. Kesenian khas yang menampilkan kekebalan tubuh dan kesaktian.
 
Kesenian ini ditampilkan dalam kegiatan kirab budaya dalam rangka Maulid Nabi dan Haul mantanPpresiden Gus Dur. Para peserta menggelar pentas jalanan dari kantor NU ke kampus Insuri, sekitar satu kilometer. Di sepanjang jalan, mereka menampilkan aksinya.
 
Kirab budaya ini sebagai penanda keberagaman dan kebhinnekaan Indonesia. Perbedaan adalah kazanah dan sarana persatuan, bukan untuk memecah belah. Para seniman ini berusaha kembali memunculkan spirit kebersamaan dalam perbedaan untuk kebangsaan. Meski dari bermacam-macam kesenian, namun bisa tampil bersama dan indah. Sebuah kebersamaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Gus Dur.
 
Dengan kirab budaya ini para seniman berharap, agar semua pihak menyadari bahwa Indonesia adalah majemuk. Beda bukan berarti bersengketa, namun bersatu. Untuk bangsa Indonesia.(end)

Berita Terkait

Penobatan Dewan Adat Majapahit Disambut Dengan Kirab Budaya dan Arak Arakan Tumpeng

Kirab Budaya Ratusan Dewa Diarak Keliling Jombang

Seminggu di Kota Probolinggo, Puluhan Peserta Ikuti Kirab Pawai Budaya Nusantara

Kirab Budaya Khas Ponorogo , Ekstrim dan Mulai Punah
Berita Terpopuler
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Peristiwa  8 jam

Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Peristiwa  8 jam

Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Mlaku - Mlaku  6 jam

Pameran Hasil Karya SMA Double Track
Pendidikan  3 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber