Berita Terbaru :
Rogoh Setengah Miliar Rupiah Untuk Poles Hutan Kota
Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Ratusan Warga Berebut Air Bersih
48 Ruas Jalan Desa Diambil Alih Pemkab Magetan
Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635
Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
   

Kirab Budaya Khas Ponorogo , Ekstrim dan Mulai Punah
Peristiwa  Sabtu, 31-12-2016 | 22:30 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Beragam cara dilakukan untuk melestarikan kebudayaan khas. Di Kabupten Ponorogo, digelar kirab budaya ekstrim khas Ponorogo yang mulai punah. Meski mengerikan karena berbahaya, namun banyak disukai.

Ini adalah aksi membahayakan yang bisa menyebabkan cidera. Memegang petasan berdiameter 10 centi dan diledakkan. Jika diletakkan di dalam ruangan, akan menghancurkan bangunan. Ada juga aksi ditindih batu diberi peledak dan diledakkan. Namun peserta tetap sehat dan selamat.
 
Aksi ekstrim ini digelar oleh kelompok silat Pagar Nusa Ponorogo. Selain seni pencak silat, juga ditampilkan kesenian Kebo Danu, Jaranan Thik dan Dongkrek. Ini adalah kesenian langka yang nyaris punah. Kesenian khas yang menampilkan kekebalan tubuh dan kesaktian.
 
Kesenian ini ditampilkan dalam kegiatan kirab budaya dalam rangka Maulid Nabi dan Haul mantanPpresiden Gus Dur. Para peserta menggelar pentas jalanan dari kantor NU ke kampus Insuri, sekitar satu kilometer. Di sepanjang jalan, mereka menampilkan aksinya.
 
Kirab budaya ini sebagai penanda keberagaman dan kebhinnekaan Indonesia. Perbedaan adalah kazanah dan sarana persatuan, bukan untuk memecah belah. Para seniman ini berusaha kembali memunculkan spirit kebersamaan dalam perbedaan untuk kebangsaan. Meski dari bermacam-macam kesenian, namun bisa tampil bersama dan indah. Sebuah kebersamaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Gus Dur.
 
Dengan kirab budaya ini para seniman berharap, agar semua pihak menyadari bahwa Indonesia adalah majemuk. Beda bukan berarti bersengketa, namun bersatu. Untuk bangsa Indonesia.(end)

Berita Terkait

Penobatan Dewan Adat Majapahit Disambut Dengan Kirab Budaya dan Arak Arakan Tumpeng

Kirab Budaya Ratusan Dewa Diarak Keliling Jombang

Seminggu di Kota Probolinggo, Puluhan Peserta Ikuti Kirab Pawai Budaya Nusantara

Kirab Budaya Khas Ponorogo , Ekstrim dan Mulai Punah
Berita Terpopuler
Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  2 jam

Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
Peristiwa  8 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  8 jam

Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
Malang Raya  6 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber