Berita Terbaru :
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
Tidak Ada Penutupan Jalan, Hanya Dibuat Satu Arus
Bupati Suprawoto Sapa Pasien Covid-19 Yang Sembuh
Tragis, 2 Remaja Bojonegoro Tenggelam Saat Mandi di Sungai
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
   

Penderita TBC di Bangkalan Meningkat Sebesar 39 Persen
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 24-03-2017 | 14:55 wib
Reporter : Ismail Hasyim dan Moch Sahid
Mariamah Kasie P2PM Dinkes Bangkalan
Bangkalan pojokpitu.com, Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan jumlah penderita tuberculosis di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2016 sebanyak 1248 orang meningkat 39 persen dari tahun 2015 dengan jumlah penderita sebanyak 900 orang yang tersebar merata di 18 kecamatan.

Dari 1248 penderita TBC di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2016 masih didominasi penderita laki - laki sebanyak 722 orang dan penderita wanita sebanyak 501 orang, sedangkan penderita TBC anak - anak selama tahun 2016 hanya 25 anak.

Dari data yang ada di tabel dari tahun 2010 sampai 2016 penderita TBC dengan kasus BTA plus masih fluktuatif. Bahkan dalam dua tahun terakhir ini cenderung naik, begitu pula dengan kasus BTA minus dan inipun berbanding terbalik dengan dengan angka kesembuhan penderita TBC yang dalam tiga tahun terakhir cenderung meningkat.

Sedangkan penyebab meningkatnya angka penderita TBC di Bangkalan tahun 2016 karena adanya tren TBC multi drug resistance atau kuman TBC yang tidak bisa diobati dengan obat TBC reguler seperti hizoniazite, rhiphampisine, phirazinamite, ataupun etambhutol.

Seperti yang disampaikan Mariamah Kasie P2PM Dinkes Bangkalan mengatakan, Dinkes Bangkalan tidak dapat memprediksi tentang penularan TBC tersebut. Dinkes terus berusaha menekan penyebaran tersebut, dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan melalui puskesmas, agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat dan juga menjaga etika ketika batuk.

Mariamah juga menambahkan, TBC ini disebabkan oleh kuman yang disebut micro bacterium tuberculosis yang penularannya melalui doplet atau percikan air ludah, maka diharapkan untuk penderita TBC lebih menjaga etikanya ketika batuk. 

"Selain itu, juga apabila ada penderita batuk berdahak atau berdarah yang sudah 2 minggu tidak sembuh dengan obat biasa dan mengeluarkan keringat malam tanpa aktifitas, segera dibawa ke layanan kesehatan, seperti puskesmas untuk diperiksa," tutur Mariamah. 

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, sebelum makan dan apabila batuk, sebaiknya ditutup menggunakan sapu tangan dan di lingkungan rumah saluran sanitasi atau jendela harus cukup.(end) 

Berita Terkait

Penderita TBC di Bangkalan Meningkat Sebesar 39 Persen
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  4 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  9 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  16 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  15 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber