Berita Terbaru :
Dinas PUPR Dapat Suntikan DID Lagi Rp 9,2 Miliar
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
   

Pembunuhan Sopir Tak Pengaruhi Omset Taksi Blue Bird, Keluarga Korban Diberi Santunan
Peristiwa  Rabu, 22-04-2015 | 18:35 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
pojokpitu.com, Dua hari pasca terjadinya kasus pembunuhan yang menimpa sopir taksi, Mohammad Rusdi, di sekitar penjara kalisosok Senin malam, pihak pengelola taksi akhirnya angkat bicara. Dalam kesempatan itu, manajemen taksi menyebutkan tidak adanya pengaruh kasus pembunuhan sopir terhadap jalannya omset jasa harian taksi.

Pihak manajemen taksi blue bird menyebutkan, kasus pembunuhan yang terjadi pada salah satu sopir mereka merupakan tindakan di luar dugaan. Pasalnya, saat terjadi peristiwa, korban masih bekerja sesuai standar operational prosedur. 

"Terjadinya pembunuhan pada korban Rusdi membuat pihak blue bird lebih mengantisipasi agar tidak terjadi kembali. Salah satunya dengan lebih mengaktifkan early warning system, yang dapat digunakan untuk mengabarkan adanya tindakan kejahatan yang membahayakan sopir," kata Ateng Aryono, GM area Blue Bird.
 
Ia menjelaskan, pada saat kejadian (pembunuhan Rusdi, Red), early warning system tidak digunakan. Hal ini membuat menejemen untuk lebih memperhatikan hal ini.

Ateng menambahkan, kejadian pembunuhan korban Rusdi tidak berdampak signifikan terhadap kepercayaan pelanggan untuk menggunakan jasa taksi mereka. 

Dalam kesempatan yang sama, pihak manajemen taksi juga memberikan santunan kepada keluarga korban. Dengan menanggung biaya pendidikan kedua anak korban hingga lulus sekolah.(ern)


Berita Terkait

Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap

Pemilik Salon di Bangkalan Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi

Diduga Dukun Sihir, Warga Kepulauan Kangayan Dibunuh Diatas Kapal Motor

Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  6 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber