Berita Terbaru :
Kabupaten Gresik Siap Menghadapi New Normal Dengan Penguatan Aturan
Masa Transisi New Normal Berlangsung Selama 14 Hari
Jawa Timur Sentuh Angka 4583 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
HUT Surabaya, Masyarakat Berziarah Ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo
Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Miliki Jiwa Sosial Tinggi, RT/RW di Surabaya Bentuk GERMAS Menangkan Machfud Arifin
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
   

Melihat Anaknya Ditangkap Densus 88, Supriadi Shock
Peristiwa  Selasa, 24-10-2017 | 18:14 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Supriadi, orangtua terduga teroris Hindrasti Wijanarko, warga Desa Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, langsung shock, setelah mengetahui anak pertamanya tertangkap Densus 88.

Atas penangkapan tersebut, ia masih tetap tidak percaya atas tuduhan petugas Densus 88 ke Hindrasti Wijanarko, terkait keterlibatannya teroris.

Menurut Supriadi, anak pertamanya ini tidak terlibat teroris, sebab hampir setiap hari, ia mengetahui aktifitas anaknnya, mulai dari bekerja hingga ia beribadah di masjid terdekat.

Setiap hari, Hindrasti Wijanarko yang memiliki anak 2 ini bekerja sebagai tukang tower di wilayah Ponorogo. Ia tidak pernah keluar rumah, selain untuk bekerja.

Atas perisitiwa penangkapan anaknya tersebut, ia kawatir penangkapan tersebut menyalahi prosedur. Ia tidak mau penangkapan ini dijadikan sebagai kepentingan politik, sebab sepengetahuannya, anaknya tidak terlibat teroris.

Sementara diketahui , Tim Densus 88 melakukan pengintaian terhadap terduga teroris Hindrasti Wijanarko di rumahnya selama 8 bulan lamanya. Selasa siang ini, Tim Densus 88 langsung menangkap terduga teroris Hindrasti Wijanarko di salah satu swalayan di Kecamatan Balong dan dibawa ke markas Brimob Madiun.(end)

Berita Terkait

Densus 88 Geledah Gudang Ekspedisi Tempat Kerja Terduga Teroris Abdullah Alias Juher

Densus 88 Amankan Ratusan Peluru Dari Sebuah Rumah di Sidoarjo

Densus 88 Geledah Rumah dan Kios Pelaku Perampokan Toko Mas

Densus 88 Geledah Rumah Ilham Fauzan
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  21 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  21 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  11 jam

Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Covid-19  8 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber